Magelang - Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang Pos Tempuran mengevakuasi burung hantu yang tersangkut benang layang-layang. Burung hantu tersangkut benang layang-layang tergantung di pohon mahoni di pinggir Jalan Raya Magelang-Purworejo.
Karyawan Toko Anugrah Jaya Abadi, Fuad Hasan (37) mengatakan, berangkat kerja dari Borobudur sekitar pukul 08.15 WIB, melihat di atas ada burung hantu tersangkut benang.
"Kemudian, saya inisiatif telepon Damkar. Iya seperti itu (tersangkut). Kasihan, kok sepertinya burung-burung yang dilindungi," kata Fuad, Selasa (25/8/2026).
"Saya terus merasa tersentuh, telepon Damkar seperti itu," sambungnya.
"Nggih, itu kemungkinan (sejak) tadi malam," ujarnya warga Kebonsari, Borobudur.
Fuad mengatakan, awalnya melihat sudah tersangkut tidak bergerak.
"Dari sana (terlihat) tidak bergerak. Kemudian saya turun parkir terlihat bergerak," tambahnya.
Sementara itu, Komandan Regu Pos WMK Tempuran, Septi Wibowo mengatakan, tadi dapat laporan dari warga ada burung hantu tersangkut benang.
"Terus kita ke sini asesmen, kita pakai gala dan pisau untuk memotong tali senar (layang-layang)," kata Septi.
"Untuk evakuasi sekitar 10 sampai 15 menit kita evakuasi. Kendala ketinggian, galanya kurang (panjang), terus kita pakai tangga. Tangga kita buat segitiga untuk menambah ketinggian," ujar Septi.
Setelah benang layang-layang, katanya, burung hantu bisa jatuh ditangkap.
"Alhamdulillah dapat kita evakuasi dengan aman. Itu burungnya kalau kita lihat setelah sampai bawah ada sedikit keluar darah bagian sayap kiri," tambahnya.
"Ini kita amankan dulu. Nanti kita koordinasikan dengan Mako Induk Damkar Kabupaten Magelang. Mungkin ke BKSDA atau apa, kita belum tahu. Karena menurut informasi burung hantu dilindungi (jenis tito alba)," pungkasnya.(Rez).

Tidak ada komentar: