kabarMagelang__Gunung Merapi yang membentang di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 2.000 meter (2 kilometer) pada Selasa (25/8/2026) siang.
Berdasarkan rekaman CCTV milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, peristiwa meluncurnya awan panas tersebut tercatat terjadi sekitar pukul 11.04 WIB.
Muntahan material vulkanis tersebut meluncur mengarah ke sektor barat daya, tepatnya ke alur Kali Sat dan Kali Putih wilayah Kabupaten Magelang.
Petugas Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang, Muhammad Basith Fuady, membenarkan kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, seperti di Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Dukun, hingga saat ini belum ditemukan adanya dampak hujan abu vulkanis yang melanda permukiman warga.
"Kami dari BPBD Kabupaten Magelang mendapatkan rilis resmi dari BPPTKG bahwa pukul 11.04 WIB terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya atau Kali Sat. Alhamdulillah, hasil pemantauan di wilayah KRB III Kecamatan Sawangan dan Dukun tidak terdampak hujan abu," ujar Basith.
Meski tidak ada laporan dampak abu vulkanis di pemukiman, pihak BPBD Kabupaten Magelang tetap meminta masyarakat di sekitar lereng Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kita menghimbau agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi rawan bencana, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi guna mengantisipasi bahaya lahar hujan," imbaunya.
Saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). Masyarakat diingatkan untuk mematuhi rekomendasi BPPTKG dan tidak mendekati zona bahaya potensi guguran lava maupun awan panas.(Rez).

Tidak ada komentar: