Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Gandeng Ponpes Sirojul Mukhlasin II Anggota Komisi IX DPR RI H. Haruna Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Sektor Informal

 

kabarMagelang.com__Dalam rangka memberikan upaya perlindungan bagi masyarakat, anggota Komisi IX DPR RI H. Haruna bekerjasama dengan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II, Payaman, Magelang, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Magelang, menyelenggarakan sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat resiko rentan dan pekerja sektor informal.

Sosialaisasi yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut, dilaksanakan di Halaman Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II, Payaman, Magelang, Sabtu (5/11/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Ponpes Sirojul Mukhklasin II KH. Minanurrahman Anshori, Tim Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Magelang, KH. Mafatihul Huda, Tenaga Ahli  Anggota DPR RI Kholilul Rohman, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang Budi Pramono.

Pengasuh Ponpes Sirojul Mukhklasin II KH. Minanurrahman Anshori, mengatakan sosialisasi BPJS ketenagakerjaan untuk masyarakat, dan pekerja sektor informal atau bukan penerima upah (BPU) ini sangat bagus.

“Kalau di dalam agama Islam itu namanya konsep “Ta’awudz” artinya orang yang berkemampuan itu menolong mereka-mereka yang dalam kondisi tidak mampu,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa ini diselenggarakan oleh lembaga negara (pemerintah) sehingga semua warga bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini.

“Disatu sisi lebih murah. Kalau melihat tarifnya di bawah Rp.20 ribu. Kalau saya, untuk orang-orang kecil ya masuk akal,” ujar KH. Minanurrahman Anshori.

Oleh karenanya pihaknya ikut mendorong agar program BPJS ketenagakerjaan bagi masyarakat bukan penerima upah bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali para pengasuh di pondok-pondok pesantren.

“Kalau di sini kebetulan semua pengasuh sudah ikut semua, dan ditanggung oleh management di pondok sini, sehingga diharapkan mereka ini bisa bekerja dengan nyaman,” ungkapnya.

Sementara itu Kepalas BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kedu, Budi Pramono, menjelaskan bahwa saat ini pekerja sektor informal masih beklum banyak yang mengikuti program ini.

“Oleh karena itu kami berharap peran serta pemerintah dan para asosiasi yang membawahi pekerja sektor informal seperti pedagang, petani, sopir, tukang ojek, dan yang lainya untuk bisa menjadi peserta,” ujarnya.

Dia menyebutkan di Magelang sendiri peserta BPJS keteangakerjaan untuk pekerja sektor informal masih tergolong rendah. Di Kota Magelang baru 36 persen, sedang di Kabupaten Magelang baru kurang lebih 13 persen.

“Untuk meningkatkan program ini kebetulan di Kota Magelang kita sudah siap membuat Peraturan Walikota (perwal), dan di Kabupaten melalui Sekda juga sudah berkomitmen, terkait dengan perlindungan pekerja rentan seperti BPD, RT, RW, untuk diikutsertakan program ini,” ujarnya.

“InsyaAllah akhir tahun ini baik di Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang sudah keluar peraturan daerah yang melindungi pekerja sektor rentan. Dan itu peran dan upaya dari pemerintah daerah,” pungkas Budi Pramono.(Kbm2).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply