Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Tolak Dilarang Bejualan, Ribuan Pedagang Candi Borobudur Bersatu Gelar Mujahadah Berjamaah, Ini Penjelasan TWC

kabarMagelang.com__ Ribuan Pedagang Taman WIsata Candi Borobudur Bersatu menggelar Mujahadah Berjamaah Bersama di jalan Medang Kamolan, Borobuudr, Magelang. Senin (8/1/2024). Mujahadah bersama ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dimana mulai tanggal 15 Januari 2024 mereka tidak boleh berjualan lagi di komplek Taman Wisata Candi Borobudur. Pasalnya lokasi tersebut harus dikosongkan dan akan digunakan sebagai kawasan hijau.

Salah satu ketua paguyuban pedagang Jimi Belinda mengatakan doa Mujahadah Berjamaah Bersama pedagang Borobudur Bersatu ini dilakukan karena menyikapi statemen dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur dimana mulai tanggal 15 Januari 2024 tidak di[erbolehkan berjualan lagi tanpa ada solusi tempat sementara untuk berjualan.

“Kita berdoa bersama karena kita menyikapi apa yang menjadi statmen dari PT Taman Wisata bahwanya tanggal 15 Januari kita harus dirumahkan tanpa ada solusi untuk tempat sementara. Walaupun toh nantinya di situ ada dibangun pasar seni yang mana di situ kapasitas bangunannya tidak mencukupi untuk pemindahan dari para pedagang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan para pedagang mendapat informasi pengosongan sejak adanya pertemuan dengan piah TWC pada awal bulan Januari 2024.

“Intinya disosalisasikan pemindahan di bulan Januari ini tanggal 15. Dengan alasan di situ akan ada penataan program KSN yang mana akan dibangun pasar seni dan lahan yang akan dikosongkan ini katanya dari pihak taman wisata untuk lahan penghijauan,” jelas Jimi.

Dia menilai para pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan tidak ada sosialisasi dan melibatkan para pedagang terlebih dahulu. Oleh karena itu para pedagang menolak jika pengosongan akan dilakukan pada tanggal 15 Januari 2024 ini.

“Kalau memang dari awal dilibatkan, mereka akan mengikuti tapi ini kenyataan yang kita alami tidak ada keterlibatan dari pada pedagang untuk duduk bersama tahu konsep atau desain bangunan mau seperti apa. Tidak ada duduk bersama di situ. Makanya tadi kita sekarang para pedagang mengambil sikap bahwa kita akan menolak,” ucap Jimi.

Jimi menyebutkan bahwa di TWC ada kurang lebih 5000 pedagang yang menggantungkan mata pencaharian berjualan di kompleks TWC sejak dahulu.

“Di pasar ini kurang lebih ada 5000 pedagang, sejak dulu benar-benar berjualan sebagai mata pencaharian kehidupan sehari-hari yang rata-rata mereka warga desa Borobudur dan meluasnya di kecamatan Borobudur,” tambah Jimi.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Maladi berharap pemerintah bisa melihat kondisi para pedagang yang ada di Borobudur. Mereka sejak Covid-19 benar – benar luar biasa sengsaranya dalam mememnuhi kebutuhan setiap hari sebagai pedagang.

“Jadi saya mohon ini menjadi juga satu kajian supaya pemerintah selaku pemegang kebijakan ini bisa tahu kondisi apa yang ada di Borobudur. Setelah covid ditutup, dibatasi. Jadi masyarakat ini betul betul merasa luar biasa sengsaranya. Faktor pengunjung berkurang banyak. Ini lebaran, tahun baru Waisak semuanya berdampak pada ekonomi,” tandasnya.

Sementara GM PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Jamaludin Mawardi yang dihubungi secara terpisah memberikan klarifikasi tentang informasi yang berkembang di kalangan para pedagang dimana mulai tanggal 15 Januari 2024 sudah tidak boleh berjualan di Komplek Taman Wisata Candi Borobudur. Semua informasi itu berawal dari sosialisasi tanggal 21 desember 2023 lalu.

“Yang kami sosialisasikan waktu itu adalah timeline atau schedule dari pihak projek pembangunan kampung seni kujon. Dimana didalamnya zona dua itu bagian tidak terpisahkan dari projek pembangunan pasar seni kujon. Nah di zona dua ini menurut time plannya pihak kontraktor ini memang akan dikerjakan juga, kapan periodenya? Itu kalau di timeline di projek itu minggu ketiga bulan januari. Nah itu berangkat yang kita sosialisasikan kepada pedagang atas dasar timeline tapi dinamikanya bisa berkembang dan berbeda,” terangnya.

Oleh karena itu pihak TWC akan melakukan berbagai proses negoisasi dengan kementiran PUPR Jawa Tengah dan Kontraktor agar proses kebijakan yang menyangkut dengan para pedagang bisa diundur, sambil menunggu proses mempersiapkan pemindahan yang sifatnya sementara,

“jadi persepsi yang berkembang di teman pedagang bahwa per 15 januari 2024 mereka sudah tidak boleh berjualan akan dirumahkan itu adalah informasi ya mohon maaf itu tidak benar. Jadi per 15, kita masih meberikan kesempatan kepada mereka untuk beraktivitas berjualan seperti biasa.

Jadi proses pemindahan pedagang ini sementara tidak akan kita lakukan di tanggal tersebut sambil menunggu proses pembicaraan dengan para pihak dari PUPR, Kontraktor dan pihak pihak lain yang memang berkompeten terhadap proses pembangunan pasar seni kujon,” tegas Jamal.(haq).

  

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply