KabarMagelang__Pengelola destinasi wisata Punthuk Setumbu di kawasan Borobudur menyalurkan Rp 120 juta untuk tunjangan hari raya (THR) dan dibagikan kepada warga sekitar.
Tradisi menjelang Idulfitri yang sudah berlangsung sejak 2017 ini menjadi bentuk komitmen pengelola untuk memastikan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga.
Pengelola Punthuk Setumbu, Nuryazid menjelaskan, destinasi wisata tersebut sejak awal dikembangkan dengan prinsip kemasyarakatan. Artinya, pengelolaan dan manfaat ekonomi dari wisata ini diperuntukkan bagi warga setempat.
"Semua milik warga, dan hasilnya juga dibagikan kembali kepada warga," ungkpanya, Senin (16/3/2026).
Dia mengatakan, setiap tahun pengelola menyisihkan sebagian pendapatan wisata untuk berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk alokasi THR menjelang Idulfitri. Tahun ini, THR diberikan kepada sekitar 275 kepala keluarga (KK) yang berdomisili di Dusun Kurahan.
Dia menyebut setiap keluarga, menerima paket berupa beras premium lima kilogram (kg) serta uang tunai sebesar Rp 50 ribu.
"Sebetulnya di sini ada 295 KK, tapi yang mendapatkan sekitar 275 KK karena kami (memberikannya) berdasarkan domisili. Ada juga yang masih ber-KK di sini tetapi merantau ke luar kota, itu tidak kami masukkan," terangnya.
Selain warga, pengelola juga memberikan THR kepada sekitar 80 karyawan serta para sesepuh dusun dan tokoh masyarakat setempat.
"Sekitar 11 tokoh masyarakat, termasuk ketua RW, tokoh agama, dan sesepuh desa, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu," jelasnya.
Secara keseluruhan, lanjut Nuryazid, anggaran yang disiapkan untuk program THR tahun ini mencapai sekitar Rp 120 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli beras, menyiapkan uang tunai bagi warga, serta memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat dan karyawan yang terlibat dalam pengelolaan wisata.
Dia menyebut, beras yang dibagikan juga bukan sembarang beras. Pengelola memilih beras jenis C4 dari Delanggu yang dikenal sebagai beras premium. Kualitas bantuan juga menjadi perhatian agar warga benar-benar merasakan manfaatnya.
"Kalau berasnya kurang bagus nanti warga juga kurang enak. Jadi kami pilih yang kualitasnya baik," ungkapnya.
Nuryazid menambahkan, program pembagian THR ini sudah berlangsung cukup lama. Tradisi tersebut mulai rutin dilakukan sejak sekitar 2017, ketika destinasi Punthuk Setumbu mulai berkembang pesat dan memberikan dampak ekonomi bagi warga.
Meski demikian, nominal bantuan untuk warga hingga kini belum mengalami perubahan. Hal itu disebabkan pendapatan wisata yang cenderung mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
"Awal-awal ketika wisata sedang ramai memang hasilnya lebih besar. Sekarang pendapatan agak menurun, jadi untuk sementara nominalnya masih sama," tuturnya.
Warga Dusun Kurahan Rosadah Rohmana, 54 mengaku merasa senang karena setiap tahun selalu menerima bantuan dari pengelola Punthuk Setumbu.
Meski jumlahnya tidak besar, bantuan itu tetap sangat bermanfaat sebagai tambahan kebutuhan Lebaran.
"Senang sekali (dapat THR), sangat membantu perekonomian keluarga. Apalagi sekarang harga-harga mahal," katanya.(Rez).

Tidak ada komentar: