kabarMagelang.com__Air Suci Waisak 2570 BE/2026 dari Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, tiba di candi Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, Sabtu (30/5/2026) sekira pukul 14.35 WIB sore.
Setibanya di Candi Mendut air suci Waisak ini langsung dibawa ke Altar Puja Bakti untuk didoakan parita suci, oleh ratusan umat Budha berbgai Sangha.
Selanjutnya air suci tersebut dibawa prosesi pradaksina berjalan mengelilingi candi Mendut sebanyak tiga kali, sebelum disemayamkan di altar Candi Mendut.
Sekjen Walubi, YM Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera, mengungkapkan makna dari air adalah simbul kehidupan cinta kasih sayang sahabat Meta, hampir sama dengan api.
"Air Dhamma itu seperti roda, Dhamma itu seperti air yang mengalir dari atas ke bawah Seperti Buddha kan suruh kesucian mengalir kepada kita yang masih ada debu di mata kita, untuk melenyapkan kegelapan batin juga. Air itu mengalir, Dhamma mengalir kebijaksanaan, mengalir seperti ajaran sang Buddha," jelas Bikhu Kamsai.
Air sangat penting untuk umat Budha dan makhluk hidup yang ada di dunia. Karena air Damma sang Sidarta membangun agama Budha.
"Air bisa melambangkan pengetahuan tentang sikap sifat anicca, dukkha, anatta alami. Merenungkan tanah, merenungkan air, merenungkan api, dan angin. Empat itu murni dari bumi kita. Air murni, api murni, tanah murni, dan juga angin murni. Semua untuk kehidupan kita sehari tidak boleh tanpa unsur apa pun," terang Bikhu Kamsai.
Direncanakan besok pagi
Minggu (31/5/2026) pukul 10.00 WIB, air suci dan api abadi akan di bawa ke
Candi Borobudur dengan prosesi arak-arakan oleh umat Budha guna menyambut detik-detik Waisak 2570 BE/2026, yang jatuh pada pada
pukul 15.44 WIB.
Sementara untuk puncak
rangkaian perayaan Tri Suci Waisak akan ditutup dengan penerbangan lampion
sebanyak 2570 buah pada malam harinya.(Rez).

Tidak ada komentar: