Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Ribuan Warga Magelang Mengikuti Pengobatan Gratis Walubi di Taman Lumbini Candi Borobudur

KabarMagelang__Ribuan warga Magelang dan sekitarnya mengikuti pengobatan gratis yang digelar oleh Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) dalam kegiatan bakti sosial di Taman Lumbini komplek Taman Wisata Candi Borobudur. Pengobatan gratis yang melibatkan ratusan tenaga medis ini dilaksanakan selama dua hari (23 - 24/5/2026) tersebut mentargetkan 10.000 peserta.

Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya mengungkapkan umat Buddha melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan dalam rangka menyambut Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis, tanggal 23-24 Mei 2026, berupa pengobatan gratis sekitar 10.000 orang di kawasan Candi Borobudur.

“Kegiatan ini dilakukan sejak tahun 1996 dari bentuk kecil-kecilan sampai besar-besaran, dan terbukti sampai hari ini 2026, sekitar 30 tahun tidak ada hentinya, kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa WALUBI diberi kesempatan melakukan kegiatan disini, semoga semua makhluk berbahagia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Hartati menyampaikan penghargaan kepada para dokter, tenaga medis, paramedis, serta para relawan dari berbagai latar belakang agama dan masyarakat yang dengan ketulusan hati bergabung dalam kegiatan ini.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan amal bakti demi Karma baik masing-masing,” jelas Hartati

Dia menyampaikan bahwa Tema Waisak 2570 BE/2026 ini adalah: “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia.”

Disebutka pelayanan kesehatan yang dilakukan pada tahun ini meliputi: Pengobatan Umum, Dokter Spesialis, Dokter Residen Spesialis 237 orang Jumlah Tenaga Paramedis 309 Orang yang terdiri dari Dokter Umum = 32 orang, Dokter Gigi = 76 orang, Dokter Spesialis Gigi = 26 orang, Dokter Spesialis Mata = 23 orang. Dokter Umum Residen Spesialis  Mata = 22 orang, Dokter Spesialis Bedah = 21 orang, Dokter Umum Residen Spesialis Bedah = 21 orang, Dokter Spesialis 16 orang yang terdiri dari, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter Spesialis THT,  Dokter Spesialis Kebidanan / Kandungan, Sp.OG, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Kejiwaaan / psychiatry,  Dokter Spesialis Kulit & Kelamin/ Sp.DVE, Dokter Spesialis Paru, Dokter Spesialis Akupuntur, Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi.

Kemudian jumlah Tenaga Paramedis 309 Orang yang terdiri dari Perawat Bedah, Perawat Mata, Perawat Gigi, Perawat Analis, Apoteker, Asisten Apoteker, Coass Kedokteran, Mahasiswa UGM (Farmasi), Mahasiswa Panti Rapih (Perawat), Mahasiswa Ngesti Waluyo (Perawat), Mahasiswa STIKES Guna Bangsa (Analis), Mahasiswa Sanata Dharma (Farmasi), Mahasiswa POLTEKKES (D3 Kesehatan Gigi), dan Tim Pendukung.

Selain itu juga ada tenaga relawan sekitar 500 - an orang yang terdiri dari umat Buddhist dan Non Buddhist baik dari saudara-saudara umat Islam, Katolik, Kristen Protestan, dan Hindu, semua berbaur saling gotong royong untuk mensukseskan kegiatan kemanuisiaan pada hari ini, dan tenaga Engineering dan lain - lain terdiri dari 600 - an orang.

DIrektorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha Drs. Supriyadi, M.Pd., sangat mengapresiasi atas konsistensi, DPP Walubi bersama lembaga masjidis dan anggotanya yang senantiasa memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hal ini mencerminkan bahwa agama tidak hanya dimaknai sebagai sebuah teologi ritual, tapi juga dalam praktek kehidupan bermasyarakat berbangsa dan pernegara,” katanya.

Oleh karena itulah, kegiatan ini merupakan bagian dari program penerapan agama, yakni penguatan modal beragama yang salah satu indikatornya adalah kemanusiaan dan kemasyarakatan bagi semua umat.

“Karena itu, kegiatan ini tidak lagi membeda-bedakan, tetapi merupakan keterbukaan bagi semua masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Mudah-mudahan setelah pemeriiksaan hari ini, segera kembali ke rumah dengan kesehatan dan kebahagiaan,” harap Supriyadi.

Sementara itu Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menandaskan bahwa dengan kegiatan Waisak berupa bakti sosial ini sangat membantu meringankan beban masyarakat terutama sekita Borobudur.

“Dari bakti sosial ini tentu meringankan beban masyarakat Borobudur dan sekitarnya terkait dengan Kesehatan. Kami supporting, kami dari Pemda bersifat supporting untuk menjaga kenyamanan ketertiban.” ujarnya.

Diketahui puncak Perayaan Waisak pada tanggal 31 Mei 2026 akan diisi dengan prosesi jalan kaki para Bhikkhu Sangha bersama puluhan ribu umat Buddha dari Indonesia dan mancanegara, yang membawa sarana puja dari Candi Mendut menuju altar utama  Candi Agung Borobudur.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan puja bakti, doa bersama dari tiga tradisi Buddhis, Theravada, Mahayana dan Vajrayana dilanjutkan dengan perenungan Waisak, serta meditasi menjelang detik-detik Waisak pada pukul 15.44.44 WIB.(rez).

 

 

 

 

 

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply