kabarMagelang__Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Malam Penganugerahan Bupati Award 2026 di halaman tengah Setda Kabupaten Magelang, Jumat (26/6/2026) malam.
Acara ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada putra-putri terbaik daerah yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat melalui inovasi, pengabdian, dan karya nyata.
Malam penganugerahan tahun ini mengusung tema "Magelang Berperadaban". Tema tersebut menegaskan komitmen Pemkab Magelang untuk membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai kemanusiaan, budaya, inovasi, dan gotong royong.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyatakan bahwa Bupati Award merupakan manifestasi apresiasi pemerintah kepada para "lokomotif perubahan" di tengah masyarakat.
"Peradaban yang maju dibangun di atas fondasi kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan berkarakter, dan keberlanjutan lingkungan. Kabupaten Magelang tidak pernah kekurangan sosok-sosok inspiratif yang peduli terhadap kemaslahatan masyarakat," ujar Grengseng dalam sambutannya.
Grengseng berharap penghargaan ini dapat menjadi stimulus bagi para penerima untuk terus berinovasi, memperluas kemanfaatan, serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kabupaten Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera.
Proses Seleksi Ketat dan Objektif
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, melaporkan bahwa rangkaian seleksi Bupati Award 2026 telah berlangsung sejak 5 Mei hingga 26 Juni 2026. Tahapan dimulai dari penyusunan pedoman, sosialisasi, pendaftaran proposal, seleksi administrasi, penilaian juri, hingga penetapan nominasi.
"Sebanyak 173 peserta mengikuti seleksi yang dinilai secara objektif, transparan, dan akuntabel oleh tim juri dari Universitas Gadjah Mada (UGM)," kata Asfuri.
Ia menambahkan, indikator penilaian didasarkan pada lima aspek utama: prestasi, inovasi, dampak bagi masyarakat, keberlanjutan program, serta nilai keteladanan. Pada tahun ini, Pemkab Magelang memberikan penghargaan untuk 15 kategori.
Kisah Inspiratif Penerima Penghargaan
Di antara para pemenang, kisah Zaidah, penerima Anugerah Layanan Sosial Kebermanfaatan Masyarakat, menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Melalui Unit Layanan Disabilitas Rumah Pintar yang dikelolanya di lingkungan SD Negeri Bulurejo, ia memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Saat ini, Rumah Pintar tersebut melayani 24 anak lewat pendekatan pembelajaran individual yang didukung oleh tiga guru tetap serta relawan mahasiswa. "Banyak anak disabilitas yang sebenarnya memiliki potensi besar. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang bergabung sehingga lebih banyak anak mendapat layanan pendidikan layak," ungkap Zaidah.
Semangat inovasi juga datang dari Aan Sudarno, penerima Anugerah Desa/Kelurahan Inovatif dan Ramah Teknologi dari Pemerintah Desa Blondo. Desa Blondo sukses mendirikan fasilitas kesehatan pratama milik desa, yang menjadi satu-satunya di Kabupaten Magelang.
"Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi. Kami berharap fasilitas kesehatan ini dapat meningkatkan kualitas layanan warga sekaligus menjadi sumber pendapatan asli desa yang berkelanjutan," kata Aan.

Tidak ada komentar: