kabarMagelang__Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X resmi memulai proyek purna pugar Candi Mendut tahap dua di Kabupaten Magelang, Jumat (7/8/2026).
Langkah restorasi ini diambil guna mengatasi kerusakan struktur serta rembesan air yang kian mengkhawatirkan pada bagian dalam bangunan cagar budaya tersebut.
Kepala BPK Wilayah X, Riris Purbasari, menjelaskan bahwa pemugaran tahap kedua ini berfokus pada pembongkaran material semen lama di bagian atap dan penataan ulang batu-batu asli.
Selain menstabilkan dinding candi yang sempat menggembung akibat desakan air, tim pemugaran juga menemukan susunan stupa-stupa kecil yang siap dikembalikan ke bagian atap.
"Proyek ini ditargetkan selesai dalam satu tahun. Namun, pengerjaan kami percepat agar kawasan candi sudah dapat kembali digunakan pada perayaan Waisak mendatang," ujar Riris.
Untuk mengejar target tersebut, jam kerja pekerja difokuskan hingga malam hari. Koordinator Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia, Wiwit Kasiyati, menyampaikan bahwa penataan ulang ini akan membuat fisik candi tampil lebih utuh dengan hadirnya kembali stupa atap dan bagian penampil depan.
Bersamaan dengan pemugaran, pengelola berencana menghidupkan kembali sistem sound and light untuk mendukung program wisata malam dan santap malam di kawasan luar candi, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemkab Magelang.
Kendati demikian, aturan akses wisatawan bakal diperketat demi alasan keamanan dan pelestarian.
"Wisatan nantinya kemungkinan besar tidak diperkenankan naik atau masuk ke dalam bilik candi, melainkan menikmati keindahan arsitektur dari kawasan sekitarnya," kata Wiwit.
Di sisi lain, kebijakan penutupan kawasan candi memicu kekhawatiran dari pelaku usaha mikro setempat. Ketua Paguyuban PKL Candi Mendut, Zulfiati, mengungkapkan bahwa penutupan total berdampak langsung pada penghidupan 76 pedagang suvenir dan asongan yang selama ini menggantungkan pendapatan dari wisatawan mancanegara.
Hingga saat ini, durasi dan mekanisme kompensasi bagi para pedagang masih belum menemukan titik terang. Skema bantuan seperti penyewaan kios darurat atau keterlibatan dalam penyediaan konsumsi (catering) belum memiliki kejelasan nilai maupun regulasi.
"Kami berharap ada kejelasan kompensasi atau bantuan penghidupan harian selama masa pemugaran, mengingat berjualan di area candi adalah satu-satunya mata pencaharian kami," tegas Zulfiati.
Sebelum kegiatan Purna pugar tahap II dimulai digelar selamatan tumpengan dan doa bersama dipimpin oleh Bante Pabhakaro. Acara ini bertujuan untuk memohon keselamatan bagi para pekerja yang terlibat hingga selesai nanti.(Res).

Tidak ada komentar: