kabarMagelang__Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, S.E., M.B.A., bekerjasama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI menggelar sosialisasi penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Rumah Aspirasi Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Latunapayhu, M.Kes., serta menghadirkan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Devintha Areiningtyas Poerwaningrum, sebagai pemateri utama.
Sebanyak 400 peserta dari perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PKK yang berasal dari Kecamatan Borobudur, Pakis, Sawangan, Dukun, dan Salam turut hadir dalam agenda tersebut.
Vita Ervina menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari pendorongan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan fokus utama pada penanganan dan penekanan kasus Tuberkulosis di Kabupaten Magelang.
"Kami fokus pada penekanan tuberkulosis karena penderita TB di Magelang ada tren kenaikan. Data penyesuaian saat ini menunjukkan capaian screening penderita TB di Kabupaten Magelang baru menyentuh angka sekitar 57 persen dari target provinsi Jawa Tengah," ujar Vita.
Menurut Vita, tantangan terbesar saat ini adalah masih banyaknya masyarakat yang belum menyadari (aware) gejala awal TB. Banyak warga yang menganggap batuk berkepanjangan atau demam biasa sebagai penyakit ringan, sehingga tidak terdeteksi saat pemeriksaan rutin.
Oleh karena itu, pelibatan kaum ibu seperti KWT dan PKK dinilai sangat strategis. Ibu rumah tangga dianggap sebagai benteng utama keluarga yang paling memahami kondisi kesehatan anggota keluarganya.
"Ibu-ibu ini yang paling tahu kondisi di rumah. Jika ada keluarga yang batuk tidak sembuh-sembuh atau demam, bisa segera dikenali gejalanya dan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat," terangnya.
Selain mengedukasi deteksi dini, Vita juga menekankan pentingnya kedisiplinan pasien dalam menjalani pengobatan.
"Pengobatan TB membutuhkan waktu minimal 6 bulan secara tuntas tanpa terputus, agar pasien tidak perlu mengulang pengobatan dari awal," ujar Vita.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak memberikan stigma negatif atau mengucilkan para penderita TB.
"Support lingkungan sangat dibutuhkan agar pasien termotivasi untuk sembuh total," imbaunya.
"Kita berharap tenaga kesehatan di Puskesmas maupun Posyandu dapat lebih proaktif melakukan edukasi dan screening lebih awal guna menekan angka risiko penularan TB di Kabupaten Magelang," pungkas Vita.(Rez).

Tidak ada komentar: