» » Situs Taman Sari Mataram Kuno Ditemukan Warga Lereng Merapi

                                                
DUKUN, KABARMAGELANG.com__ Situs pentirtaan kerajaan Mataram Kuno ditemukan di Dusun Gendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun. Situs yang ditemukan berupa sisa-sisa bangunan candi, dan kandang kuda tersebut,  diperkirakan dahulu merupkan  tempat permukiman salah satu bangsawan kerajaan.

Situs ini pertama kali ditemuka oleh Sumarlan Sastra Sudarmo (74) saat mencangkul di sawah. Kemudian dia memberitahukan hal ini kepada Kapala Desa Kalibening, Nurbiyanto.

"Saat mencangkul tiba-tiba, cangkul saya mengenai sebuah batu. Setelah saya gali,  ternyata sebuah lumpang kuno," katanya.

Kepala Desa Kalibening Nurbiyanto,  mengatakan untuk menindaklanjuti penemuan ini pihaknya kemudian mengerahkan warga dan perangkat desa untuk melakukan penggalian. Dari penggalian mereka menemukan banyak benda-benda kuno berupa batuan.

"Kami menemukan lumpang bulat panjang dan lumpang bulat, yoni, gandik, relief kosong, dan juga patung. Selanjutnya kami melaporkan ke Disparbud Kabupaten Magelang," tuturnya.

Kepala Disparbud Edy Susanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Dikatakan bahwa Disparbud langsung menindaklanjutinya dengan menghubungi peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Kami sudah mengontak UGM. Kami minta mereka untuk melakukan penelitian di situs kuno Kalibening. Ini penemuan yang menarik, mungkin saja ada penemuan benda benda cagar budaya lainnya," kata Edy.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Tri Hartono, mengakui adanya penemuan situs kuno, dan sudah meninjau langsung di lokasi.

“Saya kemarin sudah ke lokasi penemuan. Perkiraan bangunan kuno berupa batuan ini merupakan tempat pentirtaan atau taman sari pada kerajaan mataram kuno, sekitar abat delapan sampai sepuluh, “katanya saat dihubungi melalui telepon Selasa (17/5).

Dia juga mengungkapkan bahwa luasan taman sari ini mencapai satu hektaran memanjang ke selatan berupa beberapa taman air dan ditemukan juga situs batu kuno yang pada jaman dulu merupakan komboran kuda.

“Diperkirakan di lokasi ini dulu merupakan pemukiman salah satu bangsawan pada jaman Mataram kuno, “ucap Tri Hartono.

Pihak BPCB berharap agar masyarakat tidak menggali lebih jauh lagi, pasalnya bisa merusak susunan aslinya sebelum di teliti lebih jauh.

“Kami berharap warga sementara tidak melanjutkan penggalian sebelum kami teliti lebih jauh, karena bisa merusak keaslianya, “pungkasnya. (zis)



About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply