» » Kapolres Tegaskan Tidak Ada Penculikan Anak Menggunakan Borgol di Magelang

kabarMagelang.com__Beredarnya informasi melalui akun Media Sosial tentang peristiwa percobaan penculikan anak dengn menggunakan borgol, atas nama MHD warga Dusun Durensawit, Desa Selomerah, Kecamatan Ngablak, Magelang pada Rabu (1/9/2021) kemarin, adalah tidak benar. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat menyampaikan klarifikasi di Mapolres Magelang, Jumat (4/9/2021).

Dikabarkan sebelumnya melalui media sosial disebutkan ada seorang anak yang sedang bermain di Jembatan sebelah utara Dusun Durensawit. Tiba-tiba datang seseorang  langsung melakukan penangkapan  anak dengan cara diborgol. Karena korban melawan akhirnya pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.  Pasalnya dari hasil penyelidikan didapatkan keterangan jika saksi yang merupakan tetangga (diduga pemilik borgol) menerangkan bahwa dia mengaku memiliki borgol yang dipakai oleh Anak tersebut. Sepengetahunya sebelum kejadian borgol tersebut disimpan dalam ember bekas yang ada di belakang rumah. Borgol tersebut diakuinya didapatkan pada tahun 1982 sewaktu saksi masih menjadi Linmas.

"Setelah Tim Satreskrim meminta keterangan saksi, dan melakukan klarifikasi kepada MHD yang didampingi oleh Ibunya, Dinsos, Perangkat Desa serta Kepala Sekolah, MHD mengakui hanya mengarang cerita percobaan penculikan tersebut," terangnya.

Kapolres mengungkapkan bahwa sebenarnya anak tersebut (MHD) terpaksa mengarang cerita karena takut dimarahi oleh orang tuanya karena bermain borgol yang diambil hingga borgol tersebut terkunci.

"Anak MHD itu karena takut dimarahi orang tuanya, kemudian membuat karangan cerita penculikan itu," kata Kapolres.

Kronologis yang diungkap tim Satreskrim Polres Magelang sesaui Keterangan MHD, bahwa pada hari Rabu, (1/9/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, bermain di rumah tetangga pemilik borgol dan menemukan borgol di ember bekas di belakang rumah. Kemudian oleh MHD borgol tersebut diambil dan dimainkan di dekat kandang sapi. Namun sayang borgol terkunci sehingga tidak bisa terlepas.

"Karena panik, MHD kemudian pulang ke rumah sambil berteriak-teriak ke ibunya. Karena takut dimarahi, Anak tersebut mengarang cerita kalau mau diculik orang," jelasnya.

Berkaca pada kasus tersebut Kapolres Magelang menghimbau agar masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

"Saring sebelum sharing, artinya saring dulu informasininya apakah betul atau tidak sebelum di unggah ke media sosial," kata Sajarod

Dia meminta kepada masyarakat, apabila mengetahui ada kejadian tindak pidana, dapat segera melaporkan ke kantor Kepolisian terdekat atau melalui Bhabinkamtibmas untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek maupun Polres.

"Kepada masyarakat meskipun informasi ini ternyata tidak benar, tetap waspada dan berhati-hati, jaga buah hati dengan baik, khususnya saat keluar rumah. Kami dari Kepolisian juga tetap akan melakukan kegiatan pencegahan," pungkas Kapolres.(Ad)

About kabarmagelang.com

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply