Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Magelang Salurkan 6.000 Liter Air Bersih dan 1.000 Bibit Pohon di Borobudur

​kabarMagelang_ Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang menggelar aksi sosial dengan mendistribusian air bersih dan 1.000 bibit pohon untuk warga Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Magelang, pada Jumat (26/6/2026). 

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang mulai kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

​Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Namun, pada momentum Hari Bhayangkara kali ini, Polresta Magelang ingin lebih mendekatkan diri sekaligus memberikan solusi nyata bagi tantangan kekeringan yang dihadapi masyarakat setempat. 

​"Kami mengerahkan armada water cannon berkapasitas 6.000 liter. Selain karena kapasitasnya yang besar, kendaraan ini cukup tangguh untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui tangki biasa. Fasilitas Polri ini pada hakikatnya adalah milik masyarakat juga," ujar Kapolresta, Jumat (26/6).

​Selain bantuan air, Polresta Magelang juga menyerahkan 1.000 bibit pohon untuk penghijauan jangka panjang. 

"Ini bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan. Harapannya, penanaman pohon ini dapat memunculkan sumber-sumber air baru untuk mengantisipasi musim kemarau ke depan," tambah Kapolresta. 

​​Kepala Desa Tegalarum Agus Ujiwantoro, menyambut baik dan mengapresiasi bantuan dari Polresta Magelang. Ia menjelaskan bahwa dari empat dusun yang ada di wilayahnya, Dusun Tegalwangi menjadi wilayah yang paling cepat terdampak kekeringan. 

​Menurut Kades, Dusun Tegalwangi dihuni oleh sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) dengan total warga mencapai kisaran 600 jiwa. Saat kemarau panjang melanda, sumur-sumur warga di dusun tersebut kerap mengering karena letak geografisnya yang dalam.

​"Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Hari Bhayangkara ini. Pada tahun 2022 lalu, kami sebenarnya pernah menganggarkan pengeboran menggunakan Dana Desa, namun air yang keluar justru asin," ungkap Kades Tegalarum.

​Ia menambahkan, sumber air dari program Pamsimas yang diandalkan warga saat ini kondisinya kurang maksimal. Ketika musim kemarau, air yang mengalir dari sumber di bagian bawah menjadi keruh dan mengeluarkan bau kurang sedap. 

​​Kondisi sulitnya air bersih dirasakan langsung oleh warga Dusun Tegalwangi, salah satunya Fatonah (53). Ia menceritakan bahwa pasokan air bersih dari Pamsimas sudah mulai tidak menentu dan sering mati pada jam-jam krusial saat warga sangat membutuhkan air.

​"Sering mati kalau pagi dan sore, padahal itu waktu orang-orang mau mandi. Biasanya jam 3 sore sampai Magrib airnya kecil sekali, kadang jam 7 malam baru mengalir lagi. Kalau pagi, jam 9 atau jam 10 baru menyala. Hari ini malah mati total, tadi saya mau cuci piring saja tidak ada air," keluh Fatonah.(rez)

 

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply