Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Relawan Jadi Garda Terdepan, Pemkab Magelang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026

KabarMagelang__Pemerintah Kabupaten Magelang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun 2026 melalui kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Relawan Kabupaten Magelang dalam Menghadapi Kemarau 2026 yang digelar di Pendopo BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026). 

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid mewakili Bupati Magelang, dan diikuti 150 relawan kebencanaan dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Magelang Sahid mengingatkan bahwa perubahan iklim global telah membawa tantangan yang semakin nyata bagi Kabupaten Magelang. 

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

"Dampak kemarau panjang tidak bisa dianggap sepele. Selain berpotensi menyebabkan krisis air bersih dan kekeringan lahan pertanian yang mengancam ketahanan pangan, kondisi ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan lereng gunung di Kabupaten Magelang," ujar Sahid.

Ia menjelaskan, data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang mencatat sebanyak 298 kejadian bencana terjadi sepanjang tahun 2025. Sementara hingga pertengahan tahun 2026 telah tercatat 266 kejadian bencana.

Menurutnya, tingginya potensi bencana tersebut menjadi pengingat bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya penanggulangan bencana. Keterbatasan sumber daya dan personel harus diimbangi dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix, terutama bersama para relawan.

"Relawan merupakan ujung tombak, mata, dan telinga pemerintah di lapangan. Mereka adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat sekaligus memahami kondisi wilayahnya masing-masing," katanya.

Melalui kegiatan ini, Sahid berharap kapasitas relawan semakin meningkat, baik dalam memahami langkah-langkah mitigasi kekeringan maupun membangun koordinasi yang cepat dengan BPBD dan instansi terkait. 

Selain itu, relawan juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat agar lebih bijak menggunakan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Ia menegaskan bahwa ketangguhan daerah tidak dibangun saat bencana terjadi, melainkan dipersiapkan jauh sebelum bencana datang.

"Bukan bagaimana kita merespons saat bencana terjadi, tetapi bagaimana kita bersiap dan memitigasi sebelum dampak buruknya meluas. Gotong royong adalah kekuatan terbesar Kabupaten Magelang," tegasnya.

Sahid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan kepeduliannya untuk membantu masyarakat tanpa pamrih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari konsolidasi relawan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

Sosialisasi kali ini melibatkan relawan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Relawan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (RPBB), serta berbagai komunitas relawan yang tersebar di 21 kecamatan.

Menurut Bambang, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Bupati Magelang Nomor 18 Tahun 2016, serta Rencana Aksi BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan berlangsung lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Oleh karena itu, konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah.

"Relawan bencana merupakan ujung tombak penanggulangan bencana karena mereka lebih dekat dengan masyarakat serta memahami kondisi medan dan wilayah yang berpotensi terdampak," ujar Bambang.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Magelang, khususnya misi meningkatkan pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta mewujudkan Kabupaten Magelang yang tanggap terhadap bencana melalui program prioritas Lestari Alami.

Kegiatan yang diikuti 150 relawan dari tiga eks kawedanan tersebut bertujuan memberikan diseminasi informasi mengenai prediksi musim kemarau tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi, koordinasi, dan konsolidasi relawan dalam menghadapi potensi kekeringan di Kabupaten Magelang. 

Selain mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, peserta juga memperoleh praktik baik (best practice) penanganan kebencanaan dari FPRB Borobudur sebagai bahan pembelajaran untuk diterapkan di wilayah masing-masing.(Rez).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply