Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Sinergi dengan Orang Tua, SMK Muhammadiyah 1 Muntilan Sambut 555 Siswa Baru dan Peserta Repatriasi Malaysia

​kabarMagelang__SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, Kabupaten Magelang, menggelar kegiatan parenting yang mempertemukan pihak sekolah, murid baru, serta orang tua siswa tahun ajaran 2026/2027 pada Sabtu (18/7/2026). Langkah yang dilaksanakan di area parkir SMK Muhammadiyah I Muntilan ini, dilakukan untuk menyamakan visi dan memperkuat sinergi dalam proses pendidikan.

​Kepala SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, Slamet, S.Pd.I., menegaskan pentingnya pemahaman bersama mengenai arah dan tujuan institusi sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.

​"Orang tua dan anak-anak harus tahu visi sekolah, yaitu terwujudnya sekolah yang unggul, menghasilkan lulusan yang beriman, bertakwa, berkarakter, serta mampu bersaing di era global," uungkap Slamet di sela-sela kegiatan.

​Selain memaparkan visi dan misi, pihak sekolah juga menyosialisasikan tata tertib secara transparan. Sosialisasi ini bertujuan agar proses bimbingan dan pelatihan berjalan selaras.

“Dengan demikian, jika terjadi pelanggaran di kemudian hari, orang tua sudah memahami konsekuensi serta sanksi yang berlaku,” katanya.

​Dia menyebut, ​pada tahun ajaran ini, SMK Muhammadiyah 1 Muntilan resmi menerima 555 siswa baru yang tersebar di empat konsentrasi keahlian, yakni Teknik Pemesinan 4 kelas, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 4 kelas, Teknik Sepeda Motor (TSM): 4 kelas, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 2 kelas

​Menariknya, di antara ratusan siswa baru tersebut, terdapat 5 siswa repatriasi asal Malaysia yang semuanya merupakan laki-laki. Program repatriasi ini telah konsisten berjalan selama hampir 7 tahun di SMK Muhammadiyah 1 Muntilan dan rata-rata menerima 3 hingga 5 siswa repatriasi setiap tahunnya.

​"Siswa repatriasi adalah anak-anak warga negara Indonesia yang tinggal di Malaysia, di mana sebagian besar orang tuanya bekerja di sektor perkebunan atau industri. Mereka mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah melalui program beasiswa Repatriasi Adem (Afirmasi Pendidikan Menengah), mulai dari biaya sekolah hingga biaya hidup," jelas Slamet.

​Slamet berpesan agar seluruh siswa baru meluruskan niat untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan tertib demi meraih cita-citanya.

​"Kami dari pihak sekolah hanya bisa mengantarkan dan mengarahkan, tidak bisa menyematkan cita-cita tersebut tanpa usaha dari mereka sendiri," ujar Slamet.

Di SMK Muhammadiyah I Muntilan tesebut saat ini juga sudah menampung siswa dari berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Magelang. Jarak dan lelah tampaknya bukan halangan lagi bagi mereka untuk bisa menjadi murid SMK tersebut.

Seperti salah satu siswa dari Kecamatan Pakis, Gilang Putra Nugraha. Atlet berbakat dibidang Roky ini memilih berkomitmen melaju (pulang-pergi) setiap hari dari rumahnya menuju SMK Muhammadiyah 1 Muntilan ketimbang mencari tempat kos.

Reputasi sekolah yang mumpuni serta tingkat kedisiplinan yang tinggi menjadi alasan utama Gilang mantap memilih sekolah tersebut, meski harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Pasalnya dia sudah bergabung di klub Roky SMK Muhammadiyah I Muntilan jauh sebelum resmi menjadi siswa.

Bahkan di balik rutinitas akademiknya, Gilang tercatat sebagai seorang atlet berbakat yang kompetitif, khususnya di kelas Rocky. Sejauh ini, ia telah berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang di tingkat provinsi, di antaranya, Juara 1 sebanyak tiga kali, Juara 2 sebanyak dua kali dan Juara Umum Kelas Rocky pada kejuaraan daerah yang diselenggarakan di Kebumen.

“Saya menjalani Latihan dan bergabung dengan tim Roky dari SMK Muhammadiyah I Muntilan sejak SMP. Latihan rutin setiap hari Sabtu dan Minggu di kawasan Bandungan dan Sumowono, Semarang,” kata Gilang.

Untuk mendukung potensinya, saat ini Gilang selain telah bergabung dalam klub olahraga yang berada di bawah naungan langsung SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, dia sudah berstatus siswa di SMK tersebut.

“Saya berkomitmen untuk terus mempertahankan tekad dan mendulang lebih banyak prestasi selama menempuh pendidikan di sekolah ini,” pungkas Gilang.

Sebagai penutup rangkaian acara, sekolah juga membekali orang tua dan siswa dengan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja yang berimplikasi hukum. Sesi ini disampaikan langsung oleh Kanit PPA Satreskrim Polresta Magelang, AKP Isti Wulandari, SH.

​Dalam paparannya, AKP Isti mengimbau para siswa untuk fokus pada proses belajar dan menjauhi pergaulan negatif yang berpotensi memicu tindak pidana. Ia menegaskan bahwa pelanggaran hukum hanya akan merugikan masa depan siswa itu sendiri serta membawa dampak buruk bagi nama baik sekolah dan orang tua. (rez).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply