Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Desa Ngrajek Gelar Tradisi Merti Desa dan Arak 12 Gunungan Hasil Bumi dan Perikanan

​kabarMagelang__Pemerintah Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Magelang, kembali menggelar tradisi tahunan Merti Desa yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan, Minggu (30/8/2026).

Selain sebagai bentuk rasa syukur warga, tradisi ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

​Kepala Desa Ngrajek, Muhammad Rizqi Kurniawan, menjelaskan bahwa rangkaian Merti Desa tahun ini mencakup tiga agenda utama yang berlangsung selama beberapa hari.

​Rangkaian acara diawali pada Sabtu (29/8/2026) pagi melalui tradisi Rawat Ruat dan doa bersama di Sumber Mata Air Ngudal. 

Dimana mata air ini merupakan hulu kehidupan vital bagi masyarakat Desa Ngrajek untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian (minum, memasak, mencuci) hingga irigasi pertanian dan kolam perikanan.

​"Kami sepatutnya bersyukur atas kelimpahan air dari Allah SWT. Di saat musim kemarau membuat banyak desa sekitar mengalami kekeringan, Desa Ngrajek tidak terdampak. Bahkan kami telah menandatangani kerja sama (MoU) dengan BPBD untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke kecamatan-kecamatan tetangga yang membutuhkan," ujar Rizqi.

​Kemudian pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan parade gunungan hasil bumi dan perikanan yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya dari enam dusun di Desa Ngrajek.

​"Total 12 gunungan yang diarak dan dibagikan kepada masyarakat, terdiri dari, 6 Gunungan Hasil Bumi/Sayuran (masing-masing 1 dari setiap dusun), dan 6 Gunungan Ikan (masing-masing 1 dari setiap dusun)," katanya.

​Kehadiran gunungan ikan menjadi daya tarik utama sekaligus wujud identitas Desa Ngrajek yang telah dikenal luas di Jawa Tengah sebagai sentra perikanan. Melalui potensi ini, pemerintah desa berkomitmen untuk memantapkan Desa Ngrajek sebagai kawasan Desa Mina Wisata.

​Guna mendukung promosi tersebut, gerakan gemar makan ikan juga diterapkan secara internal dalam tata kelola pemerintahan desa. 

Dalam setiap kegiatan resmi maupun rapat desa, seluruh hidangan konsumsi wajib berbasis menu ikan tanpa menyajikan daging sapi atau ayam.

​"Filosofi dari kegiatan ini adalah bersedekah kepada warga desa kami maupun masyarakat luas. Harapan kami, hasil pertanian dan perikanan di Desa Ngrajek semakin meningkat saban tahunnya, rezeki warga melimpah, dan kami dapat terus berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan," pungkas Rizqi.(Rez).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply