kabarMagelang__Ratisan unit mobil Volkswagen (VW) mengikuti parade keliling desa-desa wisata di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat ekosistem pariwisata daerah sekaligus mendorong daya tarik wisatawan.
Ketua Panitia Kegiatan, Prana Aji, menyampaikan bahwa dari total 400 unit VW yang terdaftar dalam kepanitiaan, sebanyak 150 hingga 200 unit armada berpartisipasi langsung dalam aksi parade tersebut.
Parade ini menempuh rute sepanjang 10 hingga 12 kilometer dengan titik start dan finish Lapangan Desa Tosongo, Kecamatan Borobudur.
Selama melintasi rute desa pariwisata di sekitar Borobudur, irisan parade tidak melakukan pemberhentian di destinasi tertentu guna mencegah kemacetan lalu lintas.
"Maksud dan tujuan acara ini tidak lepas dari dorongan Bapak Bupati yang mengharapkan komunitas VW mengadakan event guna menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Borobudur dan Magelang pada umumnya," ujar Prana Aji.
Kegiatan parade ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintah daerah, di antaranya jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Pariwisata, BPKAD, serta unsur Forkopimcam seperti Camat, Kapolsek dan Danramil.
"Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh aksi keterlibatan sekitar 400 siswa dari 12 Sekolah Dasar (SD) di sepanjang rute parade, serta 100 peserta dari Ikatan Pensiunan Pegawai Kabupaten Magelang (IPPK)," ujarnya.
Prana menambahkan, komunitas VW Borobudur yang mulai bertunas sejak 2016 dan resmi berdiri pada Juli 2017 ini, berharap ajang parade skala lokal tersebut ke depannya dapat ditingkatkan menjadi agenda pariwisata tahunan, baik di tingkat regional Jawa Tengah maupun skala nasional.
Sementara itu, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyambut positif inisiatif komunitas VW dalam menciptakan variasi dan destinasi wisata baru berbasis kreativitas lokal.
"Pemerintah Daerah hadir untuk mendukung teman-teman komunitas VW. Kehadiran armada VW ini merupakan salah satu daya tarik wisata baru yang muncul dari kreativitas masyarakat Borobudur," kata Grengseng Pamuji.
Terkait isu penataan tarif dan operasional armada wisata, Bupati mengimbau agar para pelaku industri VW dapat duduk bersama merumuskan kesepakatan internal maupun Standard Operating Procedure (SOP).
Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Magelang tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Transportasi Pariwisata.
"Mari kita duduk bersama agar terbangun harmoni di tengah masyarakat dan dunia pariwisata, sehingga bisa memberikan value atau nilai tambah untuk peningkatan kesejahteraan warga Borobudur," tandas Grengseng.
Rangkaian acara ditutup dengan seremoni pembukaan, pertunjukan kesenian tradisional topeng kawedar, serta hiburan musik.(Rez).

Tidak ada komentar: