KabarMagelang__Dua warga Desa Kalikuto, Grabag, Magelang menjadi bagian dari penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Pengemudi truk Ahmad Bukhori alias Mamad (31), telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara temannya, Nur Hisyam (34), hingga kini masih dalam pencarian.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk di sekitar perairan Masalembu sekitar pukul 01.00 sebelum kemudian hilang kontak.
Kepala Desa Kalikuto, Muh Faid mengatakan, kabar terkait musibah itu sampai ke keluarga Mamad dan Hisyam melalui informasi yang beredar dari warga. Dia pun bergegas melakukan koordinasi dengan kepala dusun dan keluarga kedua korban setelah menerima kabar kapal yang ditumpangi tenggelam.
"Selang beberapa jam ada kabar satu sudah ditemukan selamat, sementara satu lagi belum," kata Faid saat ditemui, Senin (14/9).
Dua warga tersebut yakni Mamad, warga Dusun Ngencek dan Hisyam, warga Dusun Bongso. Setelah mendapatkan informasi lanjutan, keluarga Mamad memastikan yang bersangkutan telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara keluarga Hisyam masih menunggu kepastian mengenai keberadaannya.
Faid mengatakan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan keluarga dan menunggu informasi resmi dari tim pencarian. Informasi mengenai Hisyam juga diupayakan melalui warga Kalikuto yang berada di Banjarmasin.
Untuk yang belum ditemukan, kami masih menunggu informasi resmi," katanya.
Istri Mamad, Ngaeni Mutoharoh, 29 mengaku, mendapat kabar dari pemilik truk pada Minggu sekitar pukul 10.00 bahwa kapal yang ditumpangi suaminya tenggelam.Mamad meninggalkan rumah pada Kamis (10/9) sekitar pukul 10.00.
Ngaeni mengatakan, sang suami terlebih dahulu memuat barang di wilayah Salaman. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju pelabuhan di Surabaya pada Jumat (11/9/2026), malam.
Mamad dan Hisyam berangkat bersama dalam satu truk. Ngaeni menyebut, truk itu membawa kaligrafi menuju Banjarmasin. Komunikasi terakhir Ngaeni dengan suaminya berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Saat itu keduanya masih sempat melakukan video call.
Setelah sekitar pukul 15.00, telepon seluler Mamad tidak lagi aktif. Ngaeni pun memahami kondisi tersebut lantaran perjalanan laut membuat jaringan telekomunikasi sulit diperoleh. Namun, pada Minggu pagi, dia menerima kabar dari pemilik truk mengenai kapal yang tenggelam.
"Langsung syok," ujar Ngaeni gemetar.
Selang beberapa jam, pemilik truk mengirimkan foto dan memberi tahu bahwa Mamad telah ditemukan dalam kondisi selamat. Bahkan, Mamad sempat menghubungi Ngaeni dengan meminjam telepon milik relawan sekitar pukul 16.00.
Ngaeni menuturkan, Mamad sempat bercerita soal detik-detik kapal yang mulai mengalami kemiringan sekitar pukul 01.00. Saat itu kondisi di dalam kapal gelap setelah lampu dan mesin mati.
Mamad lantas memilih menyelamatkan diri dengan langsung terjun ke laut, hingga akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi.
"Dia (Mamad, Red) langsung lari dan terjun ke laut, nggak pakai pelampung. Yang penting menyelamatkan diri," terang Ngaeni.
Saat ini Mamad masih berada di area pelabuhan dan menunggu proses kepulangan. Ngaeni pun bisa mengembuskan napas lega usai mendengar kabar suaminya selamat. Hanya saja, Hisyam belum kunjung ditemukan.
Kakak ipar Hisyam, Kusni Hidayat, 42 mengatakan, keluarga hanya mengetahui bahwa Hisyam berangkat untuk mengantar barang menuju Banjarmasin. Berdasarkan informasi yang diterimanya, barang yang dibawa berupa bibit dan kuningan.
Kusni mengaku, tidak mengetahui secara rinci perjalanan Hisyam menuju Surabaya maupun keberangkatannya menyeberang ke Kalimantan. Dia juga mengaku jarang bertemu dengan Hisyam karena masing-masing memiliki aktivitas dan pekerjaan.
Informasi mengenai musibah tersebut justru diterima keluarga dari tetangga. Sejak saat itu, keluarga terus menunggu kabar mengenai keberadaan Hisyam.
"Harapannya ya selamat. Ketemu, selamat, sehat. Jelas itu," harapnya.(Rez).

Tidak ada komentar: