» » Keripik Pare dan Terong ala Mbak Etik Sanden

Jenis sayuran pare maupun terong, bisa dikatakan merupakan sayuran yang tidak disukai terutama di kalangan anak-anak. Rasa pahit pada pare dan lembek pada terong, menjadikan dua jenis sayuran ini tidak populer di kalangan anak-anak. Namun di tangan Esti Widayati (47), dua jenis sayuran ini disulap menjadi cemilan keripik dengan cita rasa gurih. Anak-anak yang semula tidak suka, menjadi hobi dengan kedua jenis sayuran ini.
    "Pare dan terong kita buat menjadi keripik dengan rasa gurih. Bahkan rasa pahit yang ada di pare, sudah hilang sama sekali," kata Etik, panggilan akrabnya saat ditemui di rumahnya, Jalan jeruk Timur I no 3 Sanden, Kramat Selatan Kota Magelang.
    Ia terinspirasi membuat keripik pare dan terong karena kedua putrinya tidak menyukai kedua jenis sayuran ini. "Jadi saya coba-coba untuk memodifikasi pare dan terong agar anak-anak suka. Ternyata memang betul, setelah saya bikin keripik,
anak-anak jadi suka," ujarnya.
    Berdasar itu, ia kemudian mengembangkan usaha membuat keripik pare dan terong. Sebelumnya, ia sudah lebih dulu membuat usaha aneka keripik sayur, seperti  keripik daun singkong , daun seledri dan kemangi. Untuk keripik daun singkong, ia bikin seperti peyek paru sapi. "Kalau orang menyebutnya keripik paru KW," katanya sambil tertawa.
    Karena menekuni usaha pembuatan keripik, iapun menamakan rumahnya dengan rumah keripik "Jaya Makmur". Rumah keripik ini juga mudah dijangkau.
    Dalam waktu tidak lama, keripik pare dan terong buatannya sudah banyak disukai oleh konsumen. Bahkan pesanan sudah sampai luar Magelang, atau merata hampir seluruh Jawa tengah, Yogjakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Pacitan, Malang, Lampung dan sebagainya.
    Dalam sehari, ia bisa memproduksi keripik pare dan terong masing-masing 20 kg. Demikian juga untuk jenis keripik sayur lainnya."Pesanan setiap hari ada. Rata-rata mereka membeli dalam jumlah besar untuk dijual lagi," terang alumnus SMA Kristen I ini.
    Hasil produksinya juga banyak di diambil oleh para sales. Karenanya, untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan, ia dibantu oleh 8 orang karyawan. Rata-rata karyawan merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar rumah.
    Harga keripik aneka sayuran ini juga tidak begitu mahal. Untuk satu bal, atau 2,5 kg, ia jual dengan harga antara Rp80 ribu hingga Rp85 ribu. Ia juga mengemas aneka keripik ini degan bungkusan yang lebih kecil atau 1,75 gr. Harganya juga terjangkau antara Rp13 ribu hingga Rp 15 ribu.
    Etik yang juga ketua KUB Jaya Abadi ini menceritakan, sebelum menekuni usaha keripik tahun 2009, ia lebih dulu punya usaha pembuatan souvenir. Kemudian berkembang membuat usaha snack dan katering. Karena usaha katering memerlukan tenaga yang ekstra, ia kemudian  berpikir membuat usaha yang tidak harus bangun pagi jam 02.00 wib. Namun usaha yang bisa dikerjakan siang hari dan hasil produksnya juga bisa tahan lama. Selain itu, keripik yang dibuat juga bukan keripik yang sudah banyak beredar di masyarakat. "Jadi kita berinovasi untuk membuat keripik dari bahan sayuran," ungkapnya.
    Dari  rumah keripiknya, Etik juga mengaku bisa membantu menambah penghasilan suami yang bekerja di bidang property di Karanganya.  "Alhamdullilah, untuk biaya kuliah anak juga bisa teratasi." (watie)

Ket gambar:
Esti Widayati (47) dengan hasil produksinya berupa aneka keripik sayur, seperti keripik pare, terong, seledri, kemangi dan daun singkong. (foto: ch kurniawati)

About watik

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar:

Leave a Reply