» » Menyukuri Nikmat Tuhan Dengan Mengarak Gunungan Air dan Ogoh-Ogoh


KABARMAGELANG.COM---Alunan gending-gending Jawa sejak pagi terdengar dari Balai desa Tirtosari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, Sabtu (9/1). Orang tua, dewasa, remaja, anak-anak sekolah bermuka gembira. Mereka dengan mengenakan pakaian adat Jawa saling menyapa dengan riang. Panas sinar matahari pagi itu tidak menyurutkan ratusan warga yang sudah berkumpul sejak pagi untuk segera melakukan ritual merti desa dengan berjalan kaki keliling desa sejauh 6 km.

Sekitar pukul 09.00 wib, kirab dimulai didahului dengan upacara terlebih dulu di halaman Balai desa dipimpin kepala desa Tirtosari, Nuryadi. Didepan warga, Nuryadi mengatakan, merti desa dengan kirab keliling dusun ini untuk melestarikan budaya nenek moyang yang sudah ada sejak dulu kala. Namun disi lain sebagai rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberi kelimpahan rejeki kepada warga Tirtosari.

Disisi lain, warga sangat memahami, dengan merti desa, maka tali silaturahmi antar warga menjadi lebih erat."Saling silaturahmi sangat penting untuk dijaga agar tidak terjadi gesekan antar warga," kata Nuryadi.

Usai upacara, warga segera melakukan kirab didahului pasukan bergodo dengan pasukan kaum pria di desa ini. Di belakangnya ada tiga gunungan yang ikut diarak, yakni gunungan tumpeng, gunungan sayur dan gunungan air. Masing-masing gunungan memiliki makna sendiri, gunungan tumpeng menunjukkan kesejahteraan warga Tirtosari, gunungan sayur merupakan simbol kesuburan tanah karena apapun yang ditanam disini pasti tumbuh subur. Sedang gunungan air merupakan simbol dari kelimpahan air di desa ini. "Sepanjang tahun warga tidak pernah kekurangan air karena disini memiliki dua mata air yang bisa memenuhi kebutuhan warga maupun petani," katanya.

Di belakang gunungan, ada Ogoh-Ogoh yang melambangkan adanya kekuatan di di desa ini. "Warga saling bahu-membahu membentuk kekuatan demi kesejahteraan," imbuh Nuryadi.

Setelah itu barisan para perempuan membawa berbagai hasil tani. Di daerah ini terkenal dengan hasil tanaman organik baik padi maupun sayuran. "Kita sengaja membuat tiga gunungan sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada warga," terangnya.

Dibelakangnya juga ada wanita dengan mengenakan pakaian batik. Ya disini, memang ada perajin batik yang digagas oleh seorang pemuda dengan karyawan hampir sebagian besar para ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar. Namanya batik 'Keloen' yang sudah banyak di ekspor ke luar negri.

Di urutan berikutnya para pemuda dengan lengkap dengan atribut kesenian tradisional Jathilan. Di desa ini juga berkembang kesenian tradisional Jathilan. Kirban sejauh 6 km di bawah sinar matahari yang terik tetap tidak menyurutkan langkah warga untuk mengikuti sampai selesai. Mereka menyusuri jalan beraspal yang panas, lewat sawah dengan penuh antusias. 

Rasa capai hilang seketika ketika rombongan kirab sampai di halaman balai desa lagi. Disinilah puncak acara kirab karena tiga gunungan yang dibawa kemudian diperebutkan oleh warga. Dalam sekejap, gunungan tumpeng dan sayur habis diperebutkan warga dengan suka cita dan penuh kemeriahan.

Tokoh desa Tirtosari, Edi Nasri menambahkan, merti desa akan terus dilestarikan karena penuh dengan makna. Di desa ini penuh dengan potensi, selain sayur dan padi organik, juga ada kerajinan serta kerajinan bambu dan gula. Bahkan desa ini akan dijadikan desa wisata karena masih banyak rumah-rumah tua yang syarat dengan sejarah.

"Desa ini bisa dijadikan destinasi wisata karena memang penuh dengan potensi. Kami berharap banyak wisatawan yang berkunjung kesini sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan warga," kata Edi.

 Ketua Panitia Andre Yudho menjelaskan, prosesi kirab ditempuh 6 kilometer dengan melalui delapan dusun. Di setiap dusun peserta berhenti untuk kemudian bergantian mengusung gunungan. Warga percaya hasil yang didapat mendatangkan berkah. (watie)


 ket gambar:
Para wanita sambil membawa tumpeng bersiap mengikuti kirab merti desa

 Ket Gambar:
Warga membawa gunungan sayur dan gunungan air melintasi persawahan kirban 8 dusun sejauh 6 km.

Ket Gambar:
Ogoh-ogoh yang melambangkan kekuatan ikut serta dalam kirab merti desa Tirtosari kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.
ket gambar:
Dengan gembira warga berebut gunungan usai dikirabkan di 8 dusun desa Tirtosari kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. (foto-foto: ch kurniawati)

About watik

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply