» » Anak Durhaka Sia – Sia Ibu Kandung




KABARMAGELANG.COM - Tersakiti oleh anak-anak kandungnya sendiri. Tetty Mudjiati Nenek 78 tahun, merasa  dicampakkan anak-anaknya hingga ia terpaksa tinggal sendiri di bekas poskamling di Perumahan Griya Rejo Indah PGRI, Desa Japunan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

              Mereka memukuli saya, menendang, padahal sebelumnya saya belum pernah sekalipun diberlakukan jahat oleh orang,",anak-anak perempuan saya semua jahat,” kata Tetty sembari terisak, Kamis (29/3/2015).

             Diusianya yang senja, kondisi Tetty memang cukup memilukan. Ia seorang diri tinggal di bekas poskamling berukuran sekitar 3x3 meter, yang kurang terurus oleh warga. Tanpa pintu, tanpa jendela, beratap seng yang sudah keropos,tidak  layak untuk dihuni seseorang perempuan yang sudah sangat renta . Tetty hanya duduk dan meringkuk di sudut ruang kecil itu, menahan panas dan dingin, karena hampir sebagian atap pos kampling yang di tempatinya kelihatan bocor.


             Kalau tidur,  kata Tetty, hanya beralaskan triplek yang dilapisi kardus dan beralaskan gulungan koran bekas , sekedar untuk menghangatkan. Gulungan kasur yang ia bawa dari rumahnya dulu hanya dipakai untuk melindungi tubuhnya dari terpaan angin saat malam hari.

            Tetty lalu menunjukkan beberapa bungkusan plastik kresek yang ia letakkan di dekat "tempat tidurnya". "Ini ada piring, gelas, botol buat ambil air dari masjid, dan beberapa pakaian, ya cuma itu kok," kata Tetty.

"Saya makan seadanya kalau dikasih tetangga, kadang ada juga yang ngasih uang Rp 2000, tapi kalau tidak ada yang ngasih saya engga makan, pernah dua hari engga makan," tutur Tetty.

              Untuk mandi dan buang air besar Tetty biasanya pergi ke toilet di sebuah masjid tidak jauh dari poskamling itu.” Warga di sini cukup baik , sesekali ada warga yang memberi makan dan minuman ataupun uang sekedarnya,” Sambung Tetty.
              Nenek bertubuh kurus itu kembali bercerita bahwa dulu ia hidup berada, dia pernah bekerja menjadi agen teh merek terkenal dan memiliki dua buah kios kelontong di Kota Magelang. Namun keadaan berbalik setelah musibah kebakaran melanda kios miliknya. Ia bangkrut dan menjual rumahnya.

             Naas, uang hasil menjual rumah amblas ditipu seseorang. Ia kemudian tinggal bersama anak keduanya bernama Heru. Mereka mengontrak rumah di Perumahan Griya Rejo Indah. Tetapi karena tidak mampu membayar biaya kontrakan, ia diminta meninggalkan rumah. Sedangkan sang anak, Heru, justru meninggalkannya pergi  sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi.

            "Setelah itu saya diantar ke rumah anak bungsu saya di Karanggading (Kota Magelang) tetapi saya engga betah, saya disia-sia, dan  dipukuli," Ucap Tetty, kembali menagis.
                  "Lalu saya kembali ke sini, berharap bisa bertemu (Heru), saya cuma cocok dengan dia, saya ingin bertemu dia," tutur Tetty lagi.

                 Tetty mengaku memiliki empat anak, tiga anak perempuan dan satu laki-laki. Tiga anak perempuannya masing-masing sudah mandiri tinggal di Kalimantan, Kabupaten Rembang dan Karanggading, Kota Magelang. Sedangkan sang suami, sudah meninggal sejak belasan tahun lalu.

                    Aji Soetono (64), Ketua RT 10 Perumahan Griya Rejo Indah PGRI, mengungkapkan bahwa nenek Tetty sudah sejak tiga bulan lalu tinggal di bekas poskamling perumahan setempat. Pihaknya pernah beberapa kali menghubungi salah satu anaknya yang tinggal di Karanggading Kota Magelang. Tetapi kata Aji, mereka hanya berjanji akan menjemput, namun sampai saat ini belum nenek Tetty belum juga dijemput.

                   Aji mengaku sudah mengadukan keberadaan Tetty kepada Kepolisian Sektor Mertoyudan hingga Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakesostrans) Kabupaten Magelang, tetapi belum ada kejelasan hingga saat ini.(Zis).


About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply