» » Kasus Plagiat Di Duga Libatkan Disdikpora





MUNGKID,KABARMAGELANG.com_Pendiri MDI Fahrurodin HS atau Fahrur memaparkan bukti-bukti plagiat yang dilakukan Setiawan. Selain Ke Polres Setiawan juga dilaporkan ke Polda Jateng, Kasus plagiat ini di duga Disdikpora Magelang ikut terlibat.

Fahrur mengatakan,  plagiarisme bisa mengancam dunia pendidikan di Kabupaten Magelang. Karena  rumus-rumus matematika hasil kegiatan plagiarisme dipelajari ratusan guru matematika se-Kabupaten Magelang. “Padahal rumus-rumus tersebut nantinya akan kembali diajarkan kepada ribuan siswa,”tuturnya.

Kami sudah  berusaha lanjut Fahrur,  mencari penyelesaian  masalah secara damai namun ternyata tidak mendapatkan respon yang baik. "Jika mereka ijin atau bilang baik-baik saya tidak masalah,”tegas Fahrur.

Rumus ini sudah didaftarkan Fahrur hak patennya ke Kemenkumham dengan nomer 060228 tertanggal 29 Agustus 2012. "Kami sudah melaporkannya ke Polres Magelang dan Polda Jawa Tengah," terangnya.

Disdikpora Kabupaten Magelang di duga juga terlibat dalam kasus ini. Pasalnya Disdikpora melalui surat nomor 421.2/7345/20.2a/2014 memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama LKP Matematika Indonesia untuk menggelar seminar.

Surat yang ditandatangani Plt Kepala Disdikpora Drs Eko Triyono tertanggal 17 Maret 2014 itu menjadi senjata LKP Matematika Indonesia untuk 'memaksa' ratusan guru-guru matematika mengikuti seminar. Para guru harus membayar Rp 160 ribu per orang.

Kasus ini mencuat ketika Direktur Utama LKP Matematika Indonesia asal Kabupaten Wonogiri Setiawan menggelar Seminar Nasional Matematika Indonesia di ruang Cemara Hotel Grand Artos, Mertoyudan, Kabupaten Magelang mulai Selasa-Kamis 5-7 Mei 2015. 
Setiawan diduga  mengajarkan dengan menggunakan rumus konversi ukuran hasil ciptaan pendiri Matematika Dahsyat Indonesia (MDI) Fahrurodin HS atau Fahrur dari Muntilan. (zis)




About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply