» » Fauzan Wakili Jawa Tengah Dalam Expo Disabilitas Di Jakarta





MUNGKID, KABARMAGELANG.com__Tidak semua orang yang memiliki keterbatasan fisik lantas harus menyerah mengahdapi kehidupan yang semakin sulit. Itulah Fauzan (26), warga Secang Kabupaten Magelang, meskipun menyandang disabilitas dia tetap berkarya,  bahkan  bersama sesama penderita cacat yang direkrutnya dia terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk Expo Disabilitas di Jakarta tanggal 3-5 Agustus 2015 mendatang. 

Fauzan (26) warga Warga Dusun Ledok,  Desa Pirikan,  Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang menuturkan, bahwa  kejadian 19 tahun silam tak akan pernah dilupakannya. Yakni sebuah kejadian yang mengubah hidupnya menjadi berbeda dengan orang pada umumnya. “Saat umur 7 tahun saya terjatuh dari ayunan. Tulang pinggul dan saraf terganggu, sehingga Pertumbuhan badan saya menjadi tak normal, “ungkapnya saat menghadap Ketua DPRD Magelang untuk mengikuti Expo Disabilitas di Jakarta. 

          Meskipun usia sudah 26 tahun, Namun badannya tampak kecil,  kakinya pincang, bahkan bicarapun terbata-bata. Hal ini yang mungkin dirinya sering menjadi sasaran ejekan oleh teman-teman sebayanya. “Kalau di ejek teman-teman sudah biasa, “akunya. 

          Dengan keterbatasannya ini dia terus mencoba menjalani hidup seperti orang umumnya. Bahkan saat masih sekolahpun dia sambil bekerja semampunya. ”Terakhir saya kerja di pabrik tekstil di Ungaran,”tuturnya.

          Karena tidak kuat memenuhi tuntutan kerja yang harus sama dengan teman-teman kerja dengan kondisi normal, akhirnya dia memilih keluar, dan mulai belajar mandiri di rumahnya dengan membuka lembaga kursus untuk tingkat SD/SMP. 
         
”Meski saya cacat beban kerja yang diberikan harus sama dengan yang normal, kalau suruh lari terus saya jelas tidak bisa, akhirnya saya keluar dan buka kursus pelatihan khusus matematika untuk SD dan SMP, ”jelas Fauzan.

         “Sekarang sudah ada 40 anak yang belajar. Lumayan itung-itung buat biaya kuliah,” kata mahasiswa Universitas Terbuka yang sekarang sudah semester akhir ini.

         Di dalam meniti pekerjaanya yang mulai di dengar orang,  Fauzan akhirnya ditemukan dengan orang-orang yang senasib. Yakni sesama cacat fisik, yang juga sering di pandang sebelah mata olek kebanyakan orang. 

         Akhirnya Tahun 2014 lalu, dia bersama rekan-rekannya sesama penyandang disabilitas mulai membentuk sebuah paguyuban, yang di beri nama  Kubis. ”Kelompok usaha bersama disabilitas,”beber Fauzan tentang organisasinya itu. 

        Saat ini,  Kubis baru bisa mewadahi kaum disabilitas se Kecamatan Secang. Namun Fauzan berharap, teman-teman sesam disabilitas lainya untuk bergabung. ”Saat ini ada lima belas anggota yang aktif, laki-laki delapan dan perempuan tujuh, ”sebutnya.

         “Kami sudah merintis sebuah usaha yang dijalankan bersama, dengan modal hanya 5 juta, yaitu usah sablon baik untuk kaos, spanduk dan mug. Lumayan, sebulan omsetnya rata-rata tiga juta. Bisa buat kesibukan teman-teman, ”jelasnya.

         Fauzan menambahkan, bahwa sebenarnya usahanya bisa bertambah besar. Namun karena keterbatasan modal membuat terpaksa mereka jalankan seadanya. 

         Tidak berhenti sampai di situ, Fauzan juga aktif di lingkungan sosialnya. Ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya diberdayakan dengan membuat usaha makanan olahan berupa keripik talas. ”Kemarin sudah dipesan banyak dari Semarang, dan sudah berjalan usahanya,”tambah Fauzan.

        Karena semangat dan bakat serta kemampuan, seorang Fauzan yang disabilitas ini, Dia diminta oleh Dinsostransduk Propinsi untuk mewakili Jawa Tengah dalam Expo Disabilitas di Jakarta tanggal 3-5 September 2015 besok.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply