» » Puluhan PKL Mertoyudan Corner Terancam Angkat Kaki




MUNGKID, KABARMAGELANG.com__Nasib puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Mertoyudan Corner, semakin tidak jelas. Mereka tinggal menungu waktu untuk angat kaki meninggalkan tempat tersebut, pasalnya batas waktu untuk masih bisa berjualan hanya sampai  Desember 2015 mendatang. Negoisasi pembelian tanah seluas 5.000 meter antara Pemda Kabupaten Magelang dengan PT Merit, juga tidak mencapai kata sepakat, karena harganya terlalu tinggi.

"Alotnya negoisasi tanah Mertoyudan Corner, karena pemilik ngotot dengan harga yang telah diajukan, akni Rp 5 juta per meter persegi. Sementara angaran yang disediakan dan disetujui DPRD Rp 3,5 juta per meter persegi," kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Magelang, Mashari, Kamis (12/11).

Menurut Mashari,  harga yang ditawarkan terlalu mahal. Tidak sesuai dengan harga pasaran. Ini yang menjadi kendala dalam bernegoisasi, dan DPRD hanya menetujui melalui anggaran perubahan APBD 2015 sebesar Rp 17 miliar. Anggaran perubahan APBD 2015 sebesar Rp 17 miliar, sudah sangat besar. 

"Sebenarnya kalau dihitung logika bisnis tidak masuk. Mengingat jumlah PKL hanya 20 orang, itupun belum mampu membesarkan masukan untuk Pemda Magelang. Tapi, kita bukan menghitung untung rugi, tetapi lebih ke perhitungan lingkungan,” jelasnya.

“Dengan waktu yang tinggal 60 hari ini, apa mungkin pihak PT Merit menerima tawaran yang diajukan Pemda. Jika tidak ada titik temu, dikhawatirkan  akan muncul persoalan baru dalam pemindahan PKL tersebut, “tutur Mashari.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto menegaskan, DPRD Kabupaten Magelang  menolak jika Pemkab Magelang tetap mengajukan tambahan pembelian lahan untuk PKL Mertoyudan Corner. Apalagi saat ini, Pemkab magelang masih bersikukuh untuk membeli tanah milik perusahaan Jamu Merit. ”Kita tidak akan memberikan tambahan anggaran kalau hanya untuk membeli tanah yang sekarang ditempati. Anggarannya tidak masuk akal,” ungkapnya.

Pemkab Magelang sudah mengajukan penambahan anggaran beberapa kali sejak sebelum APBD tahun ini disahkan. ”Satu meter persegi diminta harga Rp 5 juta itu jelas tidak logis dan kita tidak bisa memberikan persetujuan, ”tegas Sariyan.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply