» » Belasan Ribu Kasus Sex Bebas Usia Muda Bermula Dari Internet

MUNGKID, KABARMAGELANG.COM__Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Magelang, mengadakan Sosialisasi Peran Media Dalam Implemetasi Undang Undang Pornografi dalam rangaka melindungi hak hak perempuan di ruang publik di di aula pertemuan rumah makan Familly Mungkid Kabupaten Magelang Kamis (12/1). Acara yang dibuka oleh Muslich ZA anggota Komisi 8 DPR RI dari Farsi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini  dihadiri oleh ratusan jamaan Fatayat, Muslimat dan Simpatisan NU di Magelang. Sementara pemateri diisi dari Kabid PPPA Dinas Sosial Kabupaten Magelang serta Muchtar Lutfi dari media Jawa Pos.

“Komisi 8 DPR RI sendiri memiliki mitrakerja dari tiga kementrian yang paling utama yakni Kementrian Agama, Kementrian Sosial dan Kementrian PPP,” jelas Mucslich mengawali sambutannya.

Muslich mengatakan  selain menjadi mitar kerja, kementrian secara bersama-sama memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu juga terus  menggalakan pemberdayaan-pemberdayaan perempuan melalui kelompok-kelompok perempuan seperti Fatayat dan Muslimat NU ini.

“Utamakan kewajiban sebelum kalian menuntut hak sebagai perempuan dan jadilah istri sholehah pasti keluarag akan tentram, damai, Saqinah, Mawadah dan Warowah,” ujar Mucslich.

Kabid PPPA Kabupaten Magelang Anang Pusbadiyanto menyebutkan, sebagai orang tua juga harus lebih jeli dalam pengawasan anak dalam era modernsasi dan digitalisasi ini,  karena menurut data sebanyak 16 ribuan kasus sex bebas usia muda ini bermula dari internet ataupun tontotan di televisi. Di Magelang sendiri tiap tahunnya rata-rata kekerasan terhadap anak maupun perempuan tidak hanya dalam kekerasan sex, rumah tangga dan lainnya mencapai 100 kasus tiap tahunnya.

“Maka dari itu kami bersama pemerintah daerah membentuk Pusat Tugas Perlindungan Terpadu Perempuan dan Anak dimana tugasnya memberikan pemberdayaan berupa pelatihan-pelatihan ketrampilan terhadap ibu-ibu serta menerima,menangani dan mendampingi jika ada kasus,” terangnya.

Sementara dari Media Jawa Pos Muchtar Lutfi,  memberikan gambara slide show program Kementrian PPPA berupa program 3nd yakni Keluarga Berkualitas, Mandiri dan Berkepribadian.

“Banyak aplikasi media yang bebas diakses anak padahal belum selayaknya anak membuka itu atau tidak sengaja mengakses konten dewasa, carilakah aplikasi khusus anak yang isisnya disesuaikan kebutuhan anak,” tambahnya.(Kb.M1)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply