» » Caleg Perempuan Kota Magelang Antusias Ikuti Workshop Kampanye

KOTA, kabarMagelang.com__Angka keterwakilan perempuan dalam Pemilu 2014 di Kota Magelang masih kurang dari ideal. Berdasarkan data yang ada, anggota legislatif perempuan di DPRD Kota Magelang hanya sebesar 25 persen, atau 6 orang.

"Saat ini keterwakilan perempuan masih minim, tapi sudah cukup ada perubahan. Sehingga perlu ada peningkatan kapasitas dengan cara meningkatkan kepercayaan diri. Kenali potensi atau modalitas dari caleg perempuan dan tunjukkan pada saat kampanye," ujar Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, saat menghadiri Workshop Pelaksanaan Kebijakan Perlidungan Perempuan Di Daerah, di Kebon Sumilir, Kamis (30/11).

Windarti mengatakan, calon legislatif perempuan harus mampu bersaing. Baik dengan laki-laki ataupun dengan caleg perempuan musuhnya.

"Caleg-caleg yang baru di sini harus benar-benar memperlihatkan potensi atau kemampuan diri," katanya.

Menurutnya, yang nanti akan dinilai oleh masyarakat bukan hanya penampilan caleg yang seperti  artis. Namun lebih kepada intelegensi ataupun kepandaian/kemampuan mereka.

"Saya berharap, caleg-caleg perempuan Kota Magelang akan bisa berubah menjadi wakil rakyat yang benar-benar mewakili kuota perempuannya tidak hanya sekedar ini bisa dibaca namanya," imbuh Windarti.

Dia menyebutkan, keterwakilan perempuan dalam Pemilihan Legislatif 2019 mendatang wajib terpenuhi sekurang-kurangnya 30 persen. Hal itu tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan juga tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 pasal 6 bahwa daftar calon wajib memuat keterwakilan perempuan sedikitnya 30 persen.

Untuk memenuhi aturan tersebut, digelar berbagai kegiatan untuk mendongkrak angka keterwakilan perempuan. Salah satunya melalui workshop yang diikuti oleh puluhan calon legislatif perempuan Kota Magelang dari 16 partai.

Windarti mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang mengambil tema “Peningkatan Kapasitas Caleg Perempuan Menghadapi Pemilu Serentak 2019” tersebut. Dia pun memotivasi untuk penguatan caleg perempuan.  

"Ibu ibu punya peluang lebih besar melalui dawis, arisan, bank sampah, posyandu, berbagai komunitas. Disamping itu, juga kalangan muda generasi melinial, kesempatan sangat terbuka besar," katanya. 

Menurut Windarti, cara peningkatan kapasitas calon legislatif tentang berpolitik bisa dari berbagai hal. Diantaranya dengan mengikuti workshop semacam ini dan bisa belajar secara kontinyu melalui internet.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Magelang, Endang Sri Rahayu menuturkan, masa kampanye pemilu legislatif saat ini sudah memasuki bulan ketiga. Karena telah dimulai sejak tanggal 23 September 2018 lalu.

"Namun demikian, sampai saat ini masih belum banyak dijumpai caleg-caleg perempuan Kota Magelang yang berkampanye dengan Alat Peraga Kampanye (APK)," tutur Endang.
Dia pun menjelaskan bahwa kampanye caleg dilakukan melalui pertemuan dengan warga, bertatap muka, memasang baliho, dan lainnya.

"Memasang baliho atau spanduk akan lebih efektif bagi caleg-caleg perempuan dengan performa terbatas untuk memperlihatkan potensi diri," ungkap Endang.(Kb.M2)


About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply