» » Ratusan Bergada Meriahkan Borobudur Cultural Feast 2018

BOROBUDUR, kabarMagelang.com__Ratusan bergada beraneka kostum tradisional meriahkan festival bergada di Taman Lumbini komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (15/12) sore. Meskipun hujan deras acara bertemakan “Hamemayu Haruming Borobudur” yang digelar oleh Taman Wisata Candi Borobudur (TWC) tetap berjalan dengan meriah, dan menarik wisatawan yang berkunjung di Candi Borobudur

Diawali,  para gadis dan jejaka berbalut kain merah sambil membawa dupa nan wangi memasuki Taman lumbini, yang disusul para bergada. Mereka disambut GM PT Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Sedana Nugraha bersama dengan para seniman Borobudur, seperti Dedy Paw dan Nuryanto, .yang semuanya  berkostum raja dan berada diatas panggung.

Ketua panitia Indro Suseno Kim, pling, mengatakan bahwa Hamemayu Haruming Borobudur, merupakan wujud kesyukuran tiada tara untuk Borobudur.Pasalnya Borobudur banyak memberikan pelajaran dan pengetahuan serta kemakmuran bagi warga sekitarnya.

"Ini merupakan kegiatan Borobudur Cultural Feast (BCF)  yang ketiga. Mereka yang tampil sebagian besar masyarakat Borobudur," katanya di sela-sela acara.

Dia menyebutkan para bergada ini diikuti oleh 20 desa di sekitar candi Borobudur
berupa pentas kolosal dengan menampilkan atraksi keprajuritan, kehidupan rakyat, keluarga kerajaan.

“Kegiatan ini menggambarkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Borobudur pada masa seputar abad ke 7. Pada masa wangsa Syailendra dibawah kepemimpinan Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Iswara Kesawa Samarotungga,” papar Indro.

Direktur Pelayanan dan Pemasaran PT Taman Wisata Candi, Emilia Eny Utari menjelaskan, PT TWC berupaya mengembangkan pariwisata kawasan Borobudur berbasis potensi lokal. Salah satunya dengan event Borobudur Cultural Feast (BCF), yang sudah diadakan untuk ketiga kalinya. 

"Terselenggaranya BCF ini tidak terlepas dari pesona dan magnet candi Borobudur yang laur biasa, bagaikan lampu besar menyala yang memberikan terang bagi lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, kearifan lokal masyarakat sekitar Borobudur memberikan ruh bagi geliat perkembangan pariwisata Borobudur," ujarnya.

Meskipun hujan, BCF ini tetap menarik perhatian para wisatawan, banyak diantara mereka yang menyempatkan menonton sebelum naik ke candi peninggalan dinasti Syailendra. Banyak wisatawan asing yang sibuk mengabadikan seni tradisional ini menggunakan ponselnya. Bahkan wisman yang tidak sempat meminjam payung, rela berbasah- basah menyaksikan moment ini.(Kb.M2)




About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply