KabarMagelang__Ratusan warga lereng perbukitan Menoreh Dusun Karangsari, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Magelang menggelar mertidusun "Ruwat Rawat Menoreh" ke V/2025, Minggu (13/9/2025) sore.
Ruwat Rawat Menoreh bertajuk "Merawat Karang Kitri" yang berarti pelestarian keanekaragaman hayati tersebut sebagai wujud syukur atas hasil bumi berupa bahan lokal sebagai makanan pokok bagi warga lereng menoreh.
Acara yang digelar setiap bulan Safar (Jawa) ini diawali kirap mengelilingi dusun mengarak 7 gunungan yang dipandu oleh warga dengan mengenakan pakaian Jawa.
Usai kirap 7 gunungan tersebut didoakan oleh sesepuh dusun setempat. Selanjutnya ratusan warga yang hadir saling berebutan guna mendapatkan isi dari gunungan.
Kepala Desa Ngargoretno Dodik Suseno, mengungkapkan, Ruwat Rawat Menoreh ini merupakan agenda tahunan.
"Ini tahun ke V. Intinya bagaimana kita merawat wilayah perbukitan Menoreh ini supaya tetap Lestari. Warga kecukupan pangan dan bumi tetap hijau," ungkapnya.
Dia menyebut 7 gunungan yang direbutkan merupakan panenan hasil bumi yang diperoleh warga.
"7 gunungan yang direbutkan berupa hasil panen dari kita semua panen kita semua Ada midro, labu, jagung, ketela tales, buah-buahan dan sayuran," ujar Dodik.
Salah satu tokoh pemerhati lingkungan Soim berharap dengan Ruwat Rawat Menoreh ini masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan khususnya di perbukitan Menoreh.
"Dengan menjaga kelestarian alam, hasil pertanian akan terus meningkat," ujarnya.
Sementara salah satu warga ,Nanik Kusomo, mengaku senang, dalam perebutan gunungan bisa mendapatkan beberapa bahan makanan.
"Seneng sekali bisa mendapat macam-macam bahan makanan dan sayuran. Semoga hasil pertanian di sini semakin meningkat," katanya.(Res).

Tidak ada komentar: