Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Alarm EWS Berbunyi, Ratusan Warga Ngadiharjo Borobudur Dievakuasi ke Balkondes

kabarMagelang__Sebanyak 151 warga Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang terpaksa dievakuasi ke Balkondes desa setempat, Kamis (15/1/2026) dini hari. Evakuasi tersebut dilakukan setelah adanya alarm Early Warning Sistem (EWS) yang berbunyi pertanda bahaya tanah longsor di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan kegiatan evakuasi dilakukan karena EWS sebagai pengukur daya kekuatan hujan mengeluarkan suara gemuruh yang berpotensi terjadinya tanah longsor.

“Ya pada tengah malam kita melakukan kegiatan pergeseran bukan pengungsian ya. Karena sebagai dampak dari pemasangan EWS sebagai mengukur daya kekuatan hujan dimana pada hari Rabu tengah malam, terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat. Sehingga dengan suara bergemuruhnya EWS tersebut berpotensi menjadi tanah longsor,” yngkapnya Kamis (15/1/2026).

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan maka sebanyak 151 jiwa di Dusun Tanjung terpaksa digeser ke Balkondes sampai dengan kondisi wilayah benar-benar dinyatakan aman.Pergeseran ini dilaksanakan bekerjasama dengan Forkopimcam, kemudian relawan, OPRB, dan Puskesmas Borobudur, serta masyarakat

“Ya, setelah kami hitung sampai saat ini yang masuk pergeseran adalah 151 jiwa, dan itu bisa bertambah. Ini Bqagian dari penyelematan warga,” jelas Edi.

Dia menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan assessment di lokasi guna memastikan kemungkinan – kemungkinan yang terjadi. Jika hasil assessment menyatakan aman maka warga dipersilakan kembali.

“Namun demikian ketika itu berpotensi adanya tanah longsor dan berpotensi mengancam jiwa manusia, maka malam nanti masih akan kita inapkan,” terangnya.

Edi menyebutkan sampai dengan saat ini sedikitnya ada 15 lebih titik longsor yang terjadi di dua wilayah yakni Kecamtan Borobudur dan Kecamatan Salaman.

“Sampai saat ini, khususnya di Borobudur, ini ada beberapa titik ditambah Salaman. Yang jelas lebih dari 15 titik,” ujar Edi.

Salah satu warga Tanjung Sulistiana (36) mengaku sebelumnya terjadi hujan lebat yang cukup lama. Dan rumahnya terkena longsor, dan khawatir karena sebalahnya juga tebing tinggi. Sehinga setelah ada tanda alarm berbunyi dia bersama keluarga ikut di evakuasi.

“Hujanya tadi malam memang lama disertai angin. Tadi malam jam 03.00 pagi itu sama demkar, sampai sini. Karena rumah saya kelongsoran, kami juga takut soalnya di sebelah rumah terus tebing tinggi,” katanya.(res).

 

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply