KabarMagelang__Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi para pelajar SMA Taruna Nusantara dengan tema “Literasi Keuangan Kuat, Indonesia Hebat: Pelajar SMA Taruna Nusantara Menuju Generasi Emas 2045” pada Selasa, 6 Januari 2026 bertempat di Balairung Pancasila, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, perlindungan konsumen, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab, sehingga para pelajar mampu membangun kebiasaan keuangan yang baik dan memiliki ketahanan finansial di masa depan.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI (Purn.) M.I. Gogor A.A., S.I.P., M.Han. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar. Penguatan pemahaman keuangan diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter disiplin, integritas, dan kemandirian siswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan taruna-taruni kami agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., yang menekankan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.
“Pengelolaan keuangan bukan hanya soal menabung atau berinvestasi, tetapi tentang membangun kebiasaan sehat, disiplin, dan bertanggung jawab. Semakin awal anak-anak belajar mengelola uang, semakin siap mereka menghadapi tantangan finansial di masa depan,” ujar Friderica.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi talkshow edukasi keuangan yang disampaikan oleh para narasumber dari berbagai lembaga jasa keuangan, antara lain:
Irfan Noor Riza, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah D.I. Yogyakarta
Himawan Herrachmadi, Area Head Kantor Wilayah 17 PT Bank Negara Indonesia
Widi Hartanta, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian
Diskusi dipandu oleh Miladia Mustika Pridarani, M.Pd., guru SMA Taruna Nusantara yang mengajak para pelajar memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan dan investasi yang aman, serta kewaspadaan terhadap penipuan keuangan.
Pada sesi talkshow, para narasumber menyampaikan tips praktis yang relevan bagi pelajar. Dari perspektif pasar modal, Irfan Noor Riza menekankan pentingnya disiplin sebelum mulai berinvestasi.
“Sebelum bicara investasi, pastikan keuangan pribadi tertata. Catat pemasukan, kendalikan pengeluaran, siapkan dana darurat, lalu baru belajar investasi dengan cara yang aman dan bertahap,” jelas Irfan.
Sementara itu, Himawan Herrachmadi menjelaskan peran produk perbankan bagi pelajar.
“Tabungan pelajar, kartu debit, dan mobile banking dapat menjadi sarana belajar mengatur uang. Dari situ, pelajar belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, sekaligus membangun kebiasaan menabung secara rutin,” tutur Himawan.
Dari sisi Pegadaian, Widi Hartanta menjelaskan pentingnya solusi keuangan yang aman ketika ada kebutuhan mendesak.
"Jika dikelola dengan baik, masyarakat tidak perlu mengorbankan keuangan utama saat menghadapi kebutuhan mendesak. Produk seperti gadai maupun tabungan emas harus dipahami fungsinya, risikonya, dan digunakan secara bijak,” jelasnya.
Kegiatan diikuti oleh 900 orang siswa/i dan pengajar SMA Taruna Nusantara Magelang. Melalui kegiatan ini, OJK berharap para pelajar mampu memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen keuangan, memanfaatkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan, serta semakin siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
OJK akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar, guna mendukung tercapainya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi.(Rez).

Tidak ada komentar: