Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Randualas 240 Tahun Ikon Desa Tuksongo Borobudur Akhirnya Ditebang


KabarMagelang__Pohon Randu Alas raksasa yang telah berdiri selama kurang lebih 250 tahun di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, akhirnya ditebang pada Senin (2/2/2026). 

Penebangan dilakukan setelah hasil kajian teknis dan akademis menyatakan kondisi pohon telah mati dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Meski ditebang, pohon Randu Alas tersebut tidak dihilangkan sepenuhnya. Pemerintah memutuskan menyisakan batang setinggi sekitar 8–10 meter yang akan dijadikan monumen dan ikon sejarah Desa Tuksongo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magelang, Ir. Romza Ernawan, menjelaskan bahwa dari hasil tinjauan teknis, pohon Randu Alas tersebut telah mengalami kerusakan parah secara fisiologis.

“Kami menyikapi dari sisi teknis. Dari tinjauan kami, secara fisiologis tanaman sudah mengalami pelapukan pada kulit batang, kemudian ambium tanaman juga sudah tidak ada. Struktur tanaman kami nilai sudah dalam kondisi mati,” jelas Romza Ernawan.

Ia menambahkan, meskipun masih ditemukan tunas baru di bagian pangkal batang, hal tersebut bukan menunjukkan pohon dalam kondisi sehat.

“Tunas baru itu muncul karena masih ada suplai unsur hara di bagian bawah batang. Namun secara keseluruhan, tanaman induknya sudah mati,” ujarnya.

Romza menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Bupati Magelang dan sejumlah OPD telah meminta pendapat akademis independen dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari kajian tersebut, muncul tiga opsi penanganan, dan disepakati opsi ketiga sebagai solusi paling bijaksana.

“Kami sepakat memilih opsi ketiga, yaitu menyisakan sebagian batang sebagai penanda bahwa di lokasi ini pernah tumbuh pohon Randu Alas yang menjadi ikon Desa Tuksongo,” katanya.

Terkait regenerasi, Romza berharap tunas-tunas baru yang tumbuh dapat dirawat sebagai pengganti pohon Randu Alas yang telah mati.

“Kami berharap Pemerintah Desa dapat merawat tunas-tunas baru tersebut agar ke depan bisa menjadi pengganti pohon Randu Alas yang sudah mati,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Magelang, Mulyanto, menyatakan bahwa keputusan penebangan merupakan hasil musyawarah Pemerintah Desa bersama tokoh masyarakat dan OPD terkait..

“Pemerintah desa menempuh jalur ketiga, yaitu memadukan antara kepentingan publik dengan aspek keselamatan, tanpa menghilangkan nilai ikon pariwisata,” ungkap Mulyanto.

Menurutnya, meskipun pohon ditebang, nilai historis dan daya tarik wisata tetap dijaga..

“Masih disisakan bagian pohon yang bisa menjadi ikon bahwa di Tuksongo pernah berdiri Randu Alas berusia ratusan tahun,” katanya.

Mulyanto juga mengapresiasi langkah Kepala Desa Tuksongo yang dinilainya mampu melihat persoalan secara menyeluruh, termasuk aspek lingkungan, keselamatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Beliau mampu mengakomodir kepentingan masyarakat, selamatan, pariwisata, sekaligus mempertimbangkan kondisi Kabupaten Magelang yang saat ini masih musim hujan dan rawan kebencanaan,” ujarnya..

Proses penataan kawasan Randu Alas Tuksongo melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pertanian, akademisi UGM, kehutanan, lingkungan hidup, DPUPR, BPBD, BPKAD, Disparpora, Bappeda, hingga masyarakat dan pemerintah desa.

“Ini menjadi solusi yang bijaksana karena disaksikan Forkopimda, OPD terkait, serta tokoh masyarakat,” pungkas Mulyanto.

Ke depan, kawasan bekas Randu Alas diharapkan tetap menjadi ikon sejarah Desa Tuksongo, sekaligus mampu mendorong pemberdayaan UMKM dan pariwisata lokal secara berkelanjutan.

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply