KabarMagelang__Sebuah ruang di SDN Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Magelang, dirusak orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut diketahui pada Senin pagi (2/2/2026) dan mengakibatkan kerusakan fasilitas sekolah.
Kejadian pengrusakan tersebut saat ini masih diselidiki pihak Polsek Borobudur.
Kepala Sekolah SD Tegalarum Borobudur, Noviyani, menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Kami biasanya pulang sore dan malam tidak ada kegiatan di sekolah. Pagi tadi sekitar setengah tujuh, ibu yang berjualan di belakang sekolah melihat ada kerusakan di jendela bagian belakang. Dari depan masih kelihatan aman, jadi awalnya tidak terlihat,” ungkap Noviyani.
Setelah dicek, diketahui bahwa ruangan yang dirusak merupakan ruang perpustakaan yang juga sering digunakan siswa untuk kegiatan salat berjamaah, karena kapasitas musala sekolah terbatas.
“Yang dirusak itu ruang perpustakaan dan UKS. Biasanya juga dipakai anak-anak untuk salat berjamaah karena musala tidak cukup,” jelasnya.
Noviyani menyebutkan, bentuk kerusakan meliputi empat kaca jendela pecah serta coretan-coretan pada dinding ruangan.
“Kacanya ada empat yang rusak, kemudian juga ditulis-tulisi. Itu sangat mengganggu karena merusak lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah seharusnya dirawat bersama, bukan malah dirusak,” tegasnya.
Usai mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan komite sekolah dan memutuskan untuk melaporkannya kepada pihak berwajib.
“Setelah kejadian, kami langsung berkumpul dan lapor ke Pak Komite. Disarankan agar dilaporkan supaya tidak terulang lagi. Kami khawatir nanti merembet ke hal-hal lain,” katanya.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa pada hari itu. Namun, untuk sementara waktu, kegiatan salat berjamaah siswa ditiadakan.
“Proses belajar mengajar tetap berjalan. Hanya saja, untuk salat berjamaah setelah zuhur hari ini belum memungkinkan, jadi anak-anak kami arahkan salat di rumah masing-masing,” imbuh Noviyani.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam satu gedung tersebut terdapat beberapa fungsi ruangan, termasuk ruang UKS.
“Satu gedung itu memang multifungsi. Di dalamnya ada ruang UKS juga,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin siang, Tim Inafis Polresta Magelang telah berada di SD Tegalarum Borobudur untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap pelaku perusakan.
Plt Kapolsek Borobudur AKP Anjar Prahasto membenarkan peristiwa pengrusakan SDN Desa Tegalarum.
"Iya benar kita sudah menerima laporanya, dan melakukan olah kejadian perkara di lokasi. Beberapa barang bukti seperti batu, pohon singkong dan pecahan kaca yang diduga sebagai alat pengrusakan,sudah kita amankan," katanya.
Dia menambahkan saat ini pihaknya dibantu oleh Resmob Polresta Magelang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku pengrusakan.
"Saat ini masih kita lakukan penyelidikan, untuk mengungkap pelaku," pungkas Anjar.(Res).

Tidak ada komentar: