KabarMagelang__Ratusan ibu-ibu di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, rela mengantre sejak subuh demi mendapatkan daging ayam dengan harga murah pada Minggu, Minggu, 12 Juli 2026pagi.
Bertempat di Kompleks Terminal Muntilan, warga memadati tenda pasar murah yang digelar oleh Rumah Pemotongan Ayam Asian Jogja Chicken bersama Forum Kader Bela Negara (FKBN) Magelang.
Komoditas daging ayam segar yang biasanya dibanderol Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram di pasaran, dalam acara bazar ini hanya dijual seharga Rp25.000 per kilogram. Selisih harga yang cukup signifikan tersebut memicu antrean panjang warga bahkan sejak pukul 05.00 WIB.
"Beli 5 kilo, per kilonya 25 ribu rupiah. Biasanya di pasar sekitar 30 sampai 35 ribu, jadi ini lumayan banget. Ya senang pastinya. Saya sudah antre dari jam lima seperempat pagi." Ujar salah satu pembeli Susiana.
Hal senada juga diungkapkan oleh Musri'ah, warga lainnya yang rela datang sejak pukul setengah enam pagi demi membawa pulang tiga kilogram daging ayam murah untuk kebutuhan keluarganya.
Antusiasme warga yang luar biasa membuat stok sebanyak 1,5 ton atau sekitar 700 ekor ayam segar ludes terjual dalam waktu singkat, bahkan sebelum pukul 09.00 WIB.
"Dapat 3 kilo, harganya 25 ribu per kilo. Kalau harga normalnya 30 sampai 35 ribu. Ya alhamdulillah senang sekali. Tadi antre dari jam setengah enam," katanya.
Sementara itu Menurut pihak penyelenggara sekaligus pemilik Rumah Pemotongan Ayam Asian Jogja Chicken, Hilal Slamet, menjelaskan, kegiatan bazar murah ini sengaja diinisiasi untuk memperingati Hari Koperasi.
Selain itu, aksi ini juga bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi yang sulit, sekaligus mendukung pemenuhan gizi warga melalui konsumsi protein hewani yang terjangkau.
"Kami dari Asian Chicken Jogja mengadakan bazar ayam murah bekerja sama dengan FKBN Magelang, bertepatan dengan Hari Koperasi. Tujuan kita mengadakan bazar murah ini adalah untuk sedikit membantu perekonomian rakyat di tengah himpitan ekonomi saat ini. Setidaknya ini bisa membantu mereka yang ingin mengonsumsi daging untuk pemenuhan gizi. Hari ini kita jual 25 ribu rupiah per kilo dan membawa stok sekitar 1,5 ton," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap beban pengeluaran dapur masyarakat dapat sedikit teratasi dan kebutuhan gizi keluarga di wilayah Magelang tetap terpenuhi dengan baik. (Rez).

Tidak ada komentar: