» » BPPTKG Yogyakarta Akan Memasang Alat Pendeteksi Tanah Longsor di Grabag Magelang

KABARMAGELANG.COM--- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta akan memasang dua alat tanah longsor di Dusun Kupen, Desa Bale Agung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Wilayah dusun tersebut sangat berpotensi terhadap gerakan tanah yang menimbulkan tanah longsor. Sebelumnya, sudah  ada beberapa kejadian longsor yang sudah menimpa warga setempat. Padahal di dusun tersebut terdiri dari 1.200 jiwa yang tinggal di perbukitan.

Kepala BPPTKG, Subandriyo, kepada wartawan  di sela-sela survey lokasi pemasangan EWS , Kamis (18/12) mengatakan, pemasangan alat tersebut rencananya akan dilaksanakan Jumat (19/12). Pemasangan EWS yang dinamakan alat Eskstensometer ini sebelumnya didahului dengan survei lokasi di wilayah dusun setempat yang berupa perbukitan. Tim BPPTKG, BPBD Kabupaten Magelang, dan sejumlah perangkat desa setempat mencari titik rekahan yang berada di atas bukit.

Subandriyo mengemukakan, di wilayah ini ada rekahan memanjang sekitar 800 meter dan sangat berpotensi ancaman longsor yang bersifat masif.Thun 2011 lalu, alat peringatan dini juga sudah di pasang di wilayah ini. Alat itu terdiri dari solar sel, pendeteksi curah hujan, dan sejumlah perangkat untuk mengirimkan sinyal dan data jika terjadi ancaman longsor.
Alat ekstensometer yang telah disediakan oleh BPPTKG bertujuan untuk menandai jika terjadi gerakan tanah yang menimbulkan tanah longsor. Sementara, dua titik yang akan dipasang alat tersebut, menurut Subandriyo masih dalam proses pemetaan.

Dikemukakan, untuk solusi  yang terbaik dari wilayah semacam ini adalah relokasi. "Memang ada aspek sosial yang harus memang diperhatikan. Maka, kami harap masyarakat bersama dengan BPBD setempat sinergis," katanya.
Subadriyo juga menekankan agar BPBD tidak lelah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk pemasangan alat ekstensometer akan dikerjakan oleh tim BPPTKG. Untuk besaran anggaran yang dikeluarkan untuk pemasangan alat tersebut, Subandriyo mengaku tidak mengetahui secara pasti. Alat ini merupakan pengembangan tahun 2008 atau 2009 yang belum dipublikasikan. Pihaknya baru memasang di enam lokasi di lima kabupaten. Meliputi Kabupaten Cilacap, Karanganyar, Purworejo, Kulonprogo dan dua lokasi di Kabupaten Magelang.

Akhir tahun 2014 ini, rencananya akan dipasang lagi di tiga lokasi. "Untuk lokasinya masihdi survey. EWS hanya akan di pasang di tempat yang resikonya sanngat tinggi," katanya.
Selain di Grabag, pihaknya juga melakukan survey di  Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan. Namun di desa itu belum akandi pasang karena dinilai belum membahayakan. Sebab di lokasi ini masih banyak batu-batuan muda yang dapat mengikat tanah. Strukturnya juga masih keras. Jadi kalau pun ada tanah longsor, sifatnya hanya lokal di satu dua tempat saja. Sementara itu,  Agus Gunawan  salahsatu warga Kupen enjelaskan, di wilayahnya ada sekitar 240 rumah yang dihuni 1.200 jiwa yang terancam tanah longsor. Ancaman longsor itu sudah terlihat sejak 10 tahun terakhir, dimana muncul longsoran kecil-kecil. (watie)

About watik

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply