» » » Duka Lara Setya Rahayu, Suami Tewas Saat Bertugas di Lokasi Longsor Banjarnegara



KABARMAGELANG.COM---Setya Rahayu tak kuasa menahan air mata saat jenazah suaminya, Ahmad Nurudin Zuhri (35) dimasukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di dusun Sikepan desa Bringin kecamatan Srumbung Kabupten Magelang, Rabu (17/12). Ia tidak pernah menyangka, hari Selasa (16/12) merupakan pertemuan terakhirnya dengan sang suami tercinta yang tewas karena sedang bertugas sebagai relawan di lokasi bencana longsor di dusun Jemblung, desa Sampang Kabupaten Banjarnegara. "Selasa pagi suami saya berangkat lagi ke lokasi bencana dan rencananya akan menginp disana. Sebelumnya hari Sabtu (13/12) ia sudah berangkat dan Minggu  pulang," katanya sambil mengusap air matanya.
Saat itu suaminya juga pamit mau menginap di Banjarnegara, karenanya ia menyiapkan pakaian ganti. Bahkan ia dan suaminya sempat berkomunikasi melalui seluler pada pukul 15.00 wib. Namun ternyata itu merupakan telepon terakhir. Bahkan SMS yang ia kirimkan tak pernah berbalas."Tahu-tahu saya menerima kabar kalau suami saya sudah meninggal di lokasi bencana," ujarnya.
Ia memang memiliki firasat dengan kepergian suami yang sudah memberikan dua orang putra. Dara Lukna Laksita Sakhi , anak bungsunya yang masih berusia 1 tahun rewel dan terus menerus minta di gendong ayahnya. "Sebelumnya ia tidak pernah seperti ini. Kalau ayahnya mau pergi, ia cuek saja. Tapi ini kok lain," katanya.
Selain itu, akhir-akhir ini suaminya sering memberi nasehat kepada kedua anaknya untuk selalu menuruti nasehat ibunya. Tidak boleh membantah apa yang di nasehatkan ibu. "Rupanya itu firasat-firasat yang ditinggalkan almarhum," kata Yayuk, panggilan akrabnya.
Yayuk menyadari, bahwa garis hidup sudah ditakdirkan oleh Alloh SWT. Karenanya,ia harus ikhlas melepas kepergian suami tercintanya yang dinas di Balai Teknis Bina Marga Propinsi Jateng.
"Walau sedih, saya harus ikhlas, apalagi dia meninggal saat bertugas sebagai seorang relawan. Tugasnya sangat mulia. Semoga Alloh selalu mengampuni dosa-dosanya," katanya.
Sementara itu, Kepala sub bagian Tata Usaha Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jateng, Wilayah Magelang, Sujito menjelaskan, kejadian itu bermula saat Ahmad hendak berpindah lokasi karena tanah di dekatnya mengalami keretakan, atau muncul longsoran baru. Namun, saat memindahkan alat berat itu, Ahmad justru mengalami kecelakaan.
Awalnya,almarhum yang seorang operator alat berat itu membantu temannya  Bambang Sulianto warga Karet, Jurangombo, Kota Magelang, untuk menaikkan eskavator ke truk crane (pengangkut). Usai menaikkan eskavator itu, Ahmad langsung duduk di kabin bersama Bambang. Namun, tak disangka, backet belakang eskavator nyangkut di aspal dan terjadilah kecelakaan itu, eskavator jatuh dan melintang di jalan.
Peristiwa itu terjadi hari Selasa (16/12) pukul 17.30 sore. Ahmad mengeluarkan banyak darah di kepala bagian kanan karena benturan pada kabin eskavator. Sedangkan kedua temannya mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit di banjarnegara.
Ahmad di Banjarnegara memiliki tugas yang sangat mulia, yakni membuka akses jalan yang tertimbun tanah longsor dengan menggunakan eksavator.
Dia merupakan pegawai yang merupakan spesialis pengemudi alat berat. Dan bertugas di BPT Bina Marga Jateng Wilayah Magelang selama 15 tahun 8 bulan  sebagai staff pengelola jalan barang.(watie)


ket gambar:
Prosesi pemakaman Ahmad Nurudin Zuhri, relawan asal Srumbung Magelang yang tewas di lokasi longsor di dusun Jemblung desa sampang  Banjarnegara (Rabu (17/12). (foto: ch kurniawati)

About watik

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply