» » Pemkot Magelang Ramah Investasi


ABARMAGELANG.COM---Pemkot Magelang berkomitmen tidak akan mempersulit investor darimanapun  yang akan menanamkan investasinya di kota ini. Kendati Magelang hanya merupakan kota kecil, namun memiliki potensi yang cukup menggiurkan. "Meski kota ini kecil, namun memiliki potensi yang luar biasa. Small is beautiful," kata Sekretaris daerah (Sekda) Kota Magelang, Drs Sugiharto dalam acara Magelang Investment Business Forum (Massif) ketiga tahun 2014 di Borobudur International Golf & Country (BIGC), Kamis (4/12).
Di depan puluhan investor dari berbagai kota di Jateng, Jabar, Jatim, Yogjakarta dan DKI Jakarta, Sekda menekankan, investasi yang masih berpeluang di kota Magelang diantaranya bidang property, hotel, restoran, rumah sakit dan sebagainya.
"Kita tidak pernah berkecil hati dengan luas kota yang hanya 18 km2. Justru dengan luas kota yang terbatas, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menarik minta investor dalam menanamkan investasinya di kota ini.
Menurut Sekda, Kota Magelang masih sangat membutuhkan pemodal untuk pembangunan ke depan. Sebab pemerintah tidak akan mampu membangun  kotanya hanya dengan dana APBD atau APBN. Diperlukan dukungan pemodal luar yang bisa bersama-sama membangun, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sekda bahkan menjamin para investor tidak akan kesulitan mendapatkan ijin jika berinvestasi di Kota Magelang. Ia bahkan sudah minta kepada para kepala SKPD untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada para investor. "Saya menjamin tidak akan ada kesulitan dalam mendapatkan ijin investasi di kota ini," tegasnya.
Khusus kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Sugiharto berpesan untuk bisa aktif menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar. Tentunya dengan syarat, UMKM harus siap memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan besar. Misal menjalin kerjasama dengan supermarket atau toko modern, maka UMKM harus siap memenuhi standar yang mereka terapkan. Termasuk konsisten dengan keberlangsungan produksi sehingga tidak ada kekurangan produksi.
Sedangkan Kepala Kantor Penanaman Modal (KPM) Kota Magelang, Aeny Setyawati mengemukakan, Massif ini merupakan sarana informasi segala potensi investasi yang ada. Sejumlah investor prospektif diundang guna menggali informasi lebih."Bila ada yang tidak bisa hadir dalam acara ini, banyak diantara mereka yang minta dikirim profil Kota Magelang berikut potensinya," kata Aeny.
Kegiatan ini, menurut Aeny, bertujuan untuk  meningkatkan investasi dan membangun kemitraan strategis. Termasuk mempercepat realisasi investasi bagi para calon investor yang sudah beberapa kali menjajaki kerja sama.
Ia mengaku gembira, karena sejak tahun 2010, realisasi investasi di Kota Magelang terus mengalami peningkatan. Selama tahun 2010 lalu, realisasi investasi Rp 80,23 miliar. Lalu meningkat menjadi Rp 332,39 miliar di tahun 2011 dan Rp 409,70 miliar di tahun 2012. Tahun 2013 naik lagi menjadi Rp 613,06 miliar. Hingga semester pertama tahun 2014 ini realisasi juga meningkat menjadi Rp 620,32 miliar. Kegiatan Massif ini, imbuhnya, sangat efektif untuk menarik minat investor berinvestasi  disini. kedepan diharap akan banyak investor yang datang.
Ika, salah satu pelaku UMKM mengaku senang dengan kegiatan ini. Karena dari sini, ia dipertemukan dengan banyak investor yang diharapkan mau melirik produk yang dihasilkan. "Saya berharap akan ada investor yang mau bekerjasama dengan memasarkan hasil produksi," kata Ika yang memiliki usaha membuat makanan ringan. (watie)



ket gambar:
Salah satu pelaku UMKM saat berbincang dengan investor dari luar daerah dalam acara Investment Business Forum (Massif) ketiga tahun 2014 di Borobudur International Golf & Country (BIGC), Kamis (4/12).

About watik

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply