» » 13 Pemuda Di Sumpah Pocong




KABARMAGELANG.COM_Minggu (5/4) pukul delapan malam di Mushala Majelis Taklim Sirojunnawa Dusun Sabrang Lor, Desa Paripurno, Kecamatan  Salaman, Kabupaten Magelang, puluhan pemuda bersiap-siap melakukan sumpah pocong.

            Itulah  kaum pemuda di Lereng Perbukitan Menoreh  ini  dalam mencari solusi agar terhindar dari fitnah. Mereka tak ingin dituduh sebagai pencuri. Pasalnya dalam beberapa pekan terakhir di wilayah RT 2, RW 8 ini telah  terjadi tiga kali pencurian.

            Setelah diberikan pengarahan  maksud dan tujuan sumpah pocong oleh Kiai Khodiron (Tokoh Agama) setempat, sumpah pocongpun di mulai  dan disaksikan oleh Kiai Muhajir dan Kiai Mahfud.

31 pemuda Dusun tersebut membaca kalimat sumpah secara bergantian, setiap angkatan dua orang. Dalam sumpahnya setipa pemuda mengenakan sepotong kain mori yang dibungkuskan di bagian atas tubuhnya. Sementara di atas kepalanya diletakkan Alquran yang dibawa oleh dua orang saksi,( Imron dan Muslikun).

“ Demi Allah, kula mboten tumut mendet/duduh kaweruh/rombonganipun tiyang engkang mendet barangipun (Bapak Darto, bpk Marhadi, bpk Rikhan). Menawi kula mendet/duduh kaweruh/rombonganipun tiyang engkang mendet barangipun tiyang kasebat kula siap nampi adzabipun Allah rupi.........

(Demi Tuhan, saya tidak ikut mengambil/memberi informasi/rombongan orang yang mengambil barang milik Bapak Darto, Marhadi, Rikhan. Kalau saya mengambil/memberi informasi/kelompok orang yang mengambil barangnya orang tersebut saya siap menerima azab Tuhan berupa..........).

            Tanda titik-titik di bagian akhir kalimat sumpah itu merupakan pilihan azab yang siap dijalani oleh pengambil sumpah. Ada beberapa yang memilih diberi azab meninggal di tempat, maupun tidak diberi rezeki seumur hidup. Dan pilihan terbanyak adalah pincang kakinya.

              Sumpah pocong tanpa memocong tubuh layaknya orang meninggal dunia itu disaksikan puluhan orang yang berada di luar Mushala, termasuk petugas Polsek Salaman. Sementara warga yang menyaksikan  kebanyakan orang tua dan kaum wanita, serta remaja.

            Abdul Hamid Tokoh pemuda setempat, mengatakan bahwa upaya itu atas kemauan dari masyarakat sendiri. Keberanian melakukan sumpah pocong untuk menghindarkan fitnah atas tuduhan mencuri.

            Ritual sumpah pocong itu berawal dari beberapa kali terjadi aksi pencurian,dan 13 orang pemuda (pelaku sumpah pocong) sempat di curigai sebagai pencuri salah satu  rumah warga setempat yakni milik  Darto. Pelaku diperkirakan  masuk rumah lewat pintu belakang dan mengambil perhiasan emas  70 gram, satu karung cengkih kering 10 kilogram, serta uang Rp 500 ribu.

 ''Hilang diperkirakan  pada siang hari karena  setelah jam tujuh pagi tidak ada orang di rumah,'' kata Marhadi pemilik rumah yang juga di curi, usai acara sumpah pocong.

              Pencurian  lainnya rumah Darto (45) sebuah sepeda motor saat ditinggal menanam bibit cengkih hilang di curi. Uang di warungnya juga hilang. Kemudian  Rikhan juga  kehilangan perhiasan emas. Semuanya  warga RT 2, RW 8 Dusun Sabrang Lor,Pungkas Mahardi.(Zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar:

Leave a Reply