» » Leher Korban Dijerat Dan Diinjak



 
            MUNGKID,KABARMAGELANG.com__ Satuan reskrim Polres Magelang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Awan Raharjo, 18, pekerja kandang  ayam Dusun Tambakan  Desa Sedayu Kecamatan Muntilan. Dua pelaku AS (17) warga Dusun Kebonkuning, Desa Sawangan, Kecamatan  Sawangan  dan Rame (27) warga Dusun Duren, Desa Jati, Kecamatan Sawangan Magelang, yang juga rekan korban memperagakan aksi pembunuhan yang dilakukan Kamis, (11/6).

            Dalam rekonstruksi yang dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mungkid dan penasehat hukum tersangka Agus Joko itu memperagakan sedikitnya 27 adegan.

Rekonstruksi dimulai saat tersangka AS mengingatkan korban untuk membantu memberikan makanan ayam. Namun, korban tak menghiraukan, malah asik bermain handphone.

            "Saya sudah sering sekali memperingatkan dia supaya mau bekerja dengan baik untuk merawat ayam-ayam itu," katanya.
  
 Karena hanya berdua mengurus sekitar 4000 ayam, maka AS merasa kewalahan. "Pernah dua hari saya tidak makan karena Awan (korban) yang seharusnya masak malah tidak memasak. “tutur AS.
  
            Malam sebelum kejadian, dengan rasa kesal AS tetap memberikan makan ayam-ayam di kandang sendirian. Dia kemudian pergi membeli kopi dan rokok. "Saat pulang dia masih telphonan terus di depan kandang.  Itu yang membuat saya marah," jelasnya.
   
Di adegan ke lima, AS bertemu dengan tersangka Rame alias Agus yang datang ke kandang untuk meminjam slenggrong.  Rame dimeminta tolong membantu membunuh korban. "Saya mau saja karena mau diberi uang banyak," kata Rame.
 
            Dengan tali tambang bekas gantungan makanan ayam, AS langsung mencekik leher korban dari belakang. Korban berontak dan minta tolong. Tersangka Rame kemudian membantu menyeret korban ke dalam kandang.
           
Namun karena terus memberontak, korban jatuh ke parit. Di adegan ke sembilan tersangka AS menginjakkan kakinya ke leher korban. sementara Rame memegangi kaki korban. Setelah dibenamkan sekitar 10 menit korban akhirnya tak lagi bergerak. "Saya gerakkan badannya dan lihat perutnya sudah tidak bergerak," terang AS

   
Kedua tersangka kemudian mengangkat tubuh korban ke kawasan persawahan yang berjarak sekitar 150 meter. Dan hanya meletakkan jasad korban di saluran irigasi teknis. Kemudian menutupinya dengan dedauanan dan pelepah pisang serta tanah dan batu. Sebelum menyelesaikan mengubur korban, keduanya sempat membeli rokok dan minuman soda.
   
            Adegan diakhiri dengan tersangka AS berpura-pura SMS dengan korban berulang-ulang. Padahal SIM Card korban sudah dibawa oleh tersangka Rame alias Agus.
    
Penasehat hukum tersangka, Agus Joko mengatakan pihaknya masih mempelajari kasus tersebut. Hanya saja, dia melihat kasus pembunuhan ini tidak dilakukan secara berencana. "Korban juga masih anak-anak dan saya rasa masih bisa jadi pertimbangan untuk kasus ini, "tandasnya.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply