» » Pesantren Silat Satu Jurus Satu Jus


MUNTILAN, KABARMAGELANG.com
__Olah raga pencak silat di Magelang ternyata tetap lestari. Di Ponpes Nurul Fallah di Dusun Bentaro, Desa Gunung Pring, Kecamatan Muntilan, olah raga tradisional asli Indonesia ini masih dipertahankan dan menjadi salah satu basis pengembangan. Para santri bahkan tetap berlatih meski di bulan suci Ramadan.

        Pembina silat dari Sanggar Pusaka Gilang Nuswantoro Puja Semedi (26) menjelaskan, tujuan silat adalah melestarikan seni tradisi budaya masyarakat Indonesia turun temurun. Khusus bulan  Ramadan latihan silat dikemas secara berbeda dibanding hari biasa..Latihan silat yang  dilaksanakan setiap Senin dan Kamis ini  juga dipadu dengan kegiatan tadarus Al Qur'an. Mulai jam 16.00 para santri latihan silat selama 40 menit kemudian dilanjutkan tadarus Ramadhan dan mengaji kitab kuning.
"Konsep kami adalah satu jurus satu jus. Kami menjadikan pencak silat sebagai sarana mempelajari tradisi yang lain," katanya.

      Materi yang diajarkan meliputi dasar-dasar pukulan, pukulan lurus, tonjok, pukulan ayun, sudut, papas, tendangan lurus, tejeh dan teknik jatuhan. Meski banyak mengeluarkan aktivitas fisik namun para santri ternyata tidak terlihat kelelahan sama sekali. Mereka tetap energik dan bisa menyelesaikan latihan hingga tuntas.

          "Aktivitas fisik tidak mengganggu puasa asalkan latihannya tepat. Selama puasa kami sedikit mengurangi porsi latihan karena yang penting adalah efektifitas gerak. Kalau puasa banyak istirahat malah jadi malas. Gerakan fisik dan porsi latihan yang tepat justru akan memperlancar peredaran darah dan menyegarkan tubuh,"terang Gilang.

          Selain olah raga pencak silat Ponpes Nurul Falah juga mengajarkan kitab kuning, dan kitab-kitab  Islam yang lain . "Pesantren adalah benteng terakhir menghadai globalisasi. Anak jika tidak dididik ilmu agama bisa salah jalan,"tandasnya.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply