» » Galang Dana Tim SLB Lawan Persikama





MUNTILAN, KABARMAGELANG.com
__Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Maarif Muntilan, Kabupaten Magelang mengikuti coaching clinic dan pertandingan persahabatan dengan Persikama Magelang Raya Jumat (5/9). Kegiatan ini bertujuan  untuk menggalang dana pengembangan gedung sekolah  bagi siswa yang memerlukan penanganan khusus ini.
Sebelum pertandinagn, dengan sabar para pemain Persikama ini memberikan pengetahuan dasar sepak bola kepada puluhan siswa SLB. Selanjutnya mereka membentuk 2 tim,  yang masing-masing tim di perkuat 3 pemain Persikama.
Meski hanya di tengah sawah kering, pertandingan berlangsung unik, maklum anak-anak yng yang sebelumnya belum masuk tim tiba-tiba masuk ikut menendang bola se mau mereka. Permainan bertambah seru dan mengundang gelak tawa saat salah satu pemain dari SLB tiba-tiba mengambil bola dan membawanya lari, sehingga pertandingan harus dihentikan sebentar.
Aksi ini membuat pemain di kedua kubu tertawa. Hingga pertandingan selesai kedudukan imbang 1-1 dan dilanjutkan adu penalti. Semangat dan kemampuan olah bola siswa SLB ini sempat mengundang kegamuman anak-anak Persikama.

        Pemain Persikama Ruslan Ateng mengaku bangga bisa berbagi pengetahuan sepak bola dengan anak-anak disabilitas. "Saya terenyuh melihat kondisi adik-adik ini. Mereka membutuhkan bantuan dana untuk mengembangkan sekolah. Mari kita bantu SLB Muntilan menggalang dana," katanya.

        Sementara, Kepala SMA LB Maarif Sugiranto menyebutkan pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 milyar untuk membeli tanah di depan sekolah. Tanah tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah ruang kelas dan fasilitas pendidikan siswa SLB.

        Menurutnya, SLB Maarif Muntilan terdiri dari SD LB, SMP LB, dan SMA LB dengan total kapasitas murid sebanyak 125 siswa. Namun karena setiap tahun ada 25 siswa yang masuk maka jumlah siswa melebihi kapasitas menjadi 171 siswa. Jika siswa yang tidak aktif dihitung jumlahnya membengkak menjadi 200 orang.

        Kondisi ini membuat pihak sekolah terpaksa menyulap aula menjadi empat ruang kelas dan satu kelas ditempati dua kelas.. "Idealnya satu kelas hanya untuk lima siswa karena anak berkebutuhan khusus memang membutuhkan perhatian khusus pula,"ungkap Sugiyanto.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply