» » Penambang Ilegal Dengan Tujuh Alat Berat Di Sungai Pabelan Meresahkan Warga

SAWANGAN, KABARMAGELANG.com__Aktivitas penambangan ilegal dengan  alat berat  kembali merebak di alur Sungai Pabelan. Meski sudah dilaporkan namun belum ada tindakan baik dari Kepolisian maupun SatpolPP.  Kondisi ini membuat  khawatir sebagian warga  yang  tinggal di bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Merapi tersebut.

Camat Sawangan, Wisnu Argo B, menyebutkan bahwa penambangan dengan alat berat mulai beraktivitas  kembali  di sejumlah desa, seperti di Desa Krogowanan, Gondowangi, Kapuhan, dan Sawangan. "Setidaknya ada tujuh alat berat yang berada di sungai yang digunakan penambangan, "jelasnya Selasa (29/3).

Wisnu mengaku, pihaknya sampai saat ini belum menerima pemberitahuan  dari pihak penambang. Dia menegaskan seharusanya pihak penambang harus memberikan tembusan terlebih dahulu sebelum melakukan penambangan.

"Memang kewenangan dan pemberian izin ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akan tetapi seharusnya memberikan pemberitahuan dulu, "katanya.

Sementara salah satu aktivis sungai dan lingkungan dari  Jogo Merapi, Imam Mukhtar menjelaskan, aktivitas  penambangan ilegal sudah berlangsung sejak sekitar sepuluh hari terakhir.

"Alat berat yang melakukan penambangan yaitu,  dua unit di Dusun Pasekan, Desa Gondowangi,  dua unit di Dusun/Desa Krogowanan, serta  tiga unit di Dusun Nogiri, Desa Kapuhan, "sebutnya.
Dia mengaku pihaknya sudah melaporkan penambangan ilegal tersebut ke pihak kepolisian, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

"saya sudah melaporkan hal ini ke Polres Magelang. Tapi tidak ada tindak lanjutnya, sampai sekarang, "ucap Imam.

Terpisah salah satu  tokoh masyarakat Kecamatan Sawangan, Bambang mempertanyakan komitmen aparat, baik Satpol PP, Polisi, TNI, maupun instansi terkait yang memiliki kewenangan melakukan penindakan.

"Kegiatan penambangan tidak berijin seperti ini jelas merugikan masyarakat. Mereka yang nantinya terdampak langsung jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi, sementara orang lain yang menikmati hasilnya, "ungkapnya.

Dia juga menandaskan kerusakan jalan, dan lingkungan sudah sangat di khawatirkan oleh masyarakat. "Khususnya sumber air pasti akan sangat terancam, karena kebanyakan penambangan berada di kawasan sumber resapan, "pungkas Bambang.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply