» » Puluhan Penambang Ilegal Dengan Alat Berat Mulai Beraktivitas Di Sungai Pabelan Dan Senowo


SAWANGAN, KABARMAGELANG.com__Jumlah alat berat yang melakukan aktivitas penambangan ilegal di alur sungai yang berhulu dari gunung Merapi, wilayah Kabupaten Magelang semakin tidak terkendali. Dari data pantauan Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Kabupaten Magelang, sejak setengah bulan lalu jumlah penambangan ilegal dengan alat berat sudah mencapai puluhan.

Kepala DPUESDM Kabupaten Magelang, Sutarno, menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemetaan sejak beberapa hari terakhir terkait maraknya kembali penambangan ilegal dengan menggunakan alat berat yang berada di beberapa sungai seperti di Sungai Pabelan Kecamatan Sawangan, dan Senowo Kecamatan Dukun.

“Penambangan tersebut jelas ilegal. Sampai saat ini belum ada izin yang dikeluarkan oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, “tegasnya Rabu (30/3)

Dia mengatakan,  belum keluarnya izin penambangan dikarenakan  masih ada persyaratan vital  yang belum dilengkapi  oleh para pemohon, diantaranya  dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta dokumen eksploitasi.

“Kami sudah melaporkan adanya aktivitas penambangan ilegal ini pada Pemprov Jateng. Dan Kami terus melakukan pengawasan. Meskipun ini  menjadi wewenang pihak berwajib untuk menindak,” jelas Sutarno.

Sementara salah satu relawan Merapi, Bayu S menyebutkan, sejak dua pekan terakhir sedikitnya ada lima alat berat yang beraktivitas di sungai Senowo Kecamatan Dukun.

"Kondisi tersebut  sangat berdampak dan mengganggu masyarakat,  di Pasar Talun contohnya, setiap hari menjadi macet karena dilewati truk-truk pengangkut pasir,"ungkapnya.

Aktivis peduli lingkungan dari Jogo Merapi, Imam Muhtar menandaskan kini ribuan warga di Kecamatan Sawangan yang berada di sekitar alur sungai Pabelan mulai resah. Dampak dari aktivitas penambangan yang dinilai semakin merebak dan tak terkendali tersebut dikhawatirkan akan merusak lingkungan terutama menyusutnya air bersih.

"Ada sekitar 4 ribu kepala keluarga (KK) yang bergantung pada air bersih dari alur Sungai Pabelan. Jika penambangan ilegal menggunakan alat berat terus dilakukan, sumber  air bersih ini terancam hilang, karena penambangan yang mereka lakukan berada di daerah sumber resapan air, " terangnya.

"Dampak lainnya, dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan, akses jalan dan infrastruktur lain di wilayah ini akan rusak. Saat ini yang sudah kelihatan, jalan Sawangan-Boyolali sudah rusak parah akibat dilewati truk-truk pembawa material yang melebihi tonase setiap hari, "tambah salah satu anggota DPRD Kaupaten Magelang Sinar Sugiharto . 

Dia berharap, jangan sampai para penambang yang kebanyakan  berasal dari luar Magelang seperti dari Semarang, Jogjakarta tersebut yang menikmati hasilnya,  sementara  warga sekitar yang terkena dampaknya. 

"Kami minta segera ada tindakan hukum dari pihak yang berwajib.  Penambangan ilegal dengan alat berat selain membahayakan lingkungan alam, tapi juga merugikan warga sekitar,"pungkas Sinar.(zis)


About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply