» » 12 Titik Luar Zone 1 Dan 2 Candi Borobudur Akan Dibenahi

BOROBUDUR, KABARMAGELANG.com__Pemerintah pusat akan melakukan pembenahan sejumlah titik di Kawasan Strategis Nasional (KSN)  sekitar Candi Borobudur luar zone 1 dan 2.  Pemerintah dalam hal ini akan memberikan kewenangan kepada Direktorat Warisan Dan Diplomasi Budaya yang di kuatkan dengan UU Cagar Budaya dan Perpres 58 tahun 2014.

Kasubbag TU Balai Konservasi Borobudur (BKB), Wiwit Kasiyati mengatakan, penerapan UU Cagar Budaya dan Perpres 58 tahun 2014 memungkinkan untuk dilakukan pembenahan KSN Borobudur.

"Dalam hal ini, Pemerintah Pusat memberi kewenangan kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya untuk melakukan pengelolaan dan pembenahan," jelasnya usai mengikuti pembukaan jalur keluar yang baru bagi pengunjung Candi di Musium kapal Candi Bortobudur Senin, (25/4).

Wiwit menyebutkan, saat ini terdapat 12 titik yang diusulkan untuk menjadi lokasi baru bagi kawasan perdagangan dan parkir kawasan Candi Borobudur. Namun demikian, dia belum bisa menyampaikan letak ke 12 titik tersebut.

"Ke-12 titik itu masih dibahas di Jakarta, tapi yang pasti diluar zona 1 dan 2. Dan memenuhi kualifikasi, seperti lahannya luas, berstatus kepemilikan, diutamakan milik desa, "tegas Wiwit.

Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWCB PRB), Retno Hardiasiwi menuturkan, peraturan tersebut mengamanatkan bahwa zona 1 dan 2 Candi Borobudur hanya diperuntukkan bagi lahan hijau dan konservasi.

"Berdasarkan UU Cagar Budaya tersebut, kegiatan perdagangan di kawasan SKMB yang juga masuk zona 2, diberikan tenggang waktu sampai tahun 2019 mendatang. Setelah itu harus sudah dipindah diluar zona 2," jelasnya.

Sejauh ini, pihak PT Taman mengaku sudah melakukan sosialisasi di kalangan pedagang. Termasuk juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari lokasi baru di zona 3 yang nantinya akan dipergunakan untuk aktivitas perdagangan serta parkir.

"Kami bersama jajaran terkait sedang bekerjasama untuk menentukan lokasi strategis, baik bagi pengunjung maupun pedagang yang berjualan, serta akses ke Candi Borobudur," terang Retno.

Sampai saat ini lokasi baru di zona 3 masih belum bisa ditentukan. Mengingat, harus melalui studi serta kajian mendalam.

"Penentuan lokasi baru butuh waktu, butuh koordinasi dengan semua unsur. Tapi sudah jadi komitmen kita bersama bahwa nantinya lokasi baru tidak akan lemahkan satu pihak,"jelasnya. 

Diketahui, para pedagang SKMB sementara ini menempati lokasi bekas kebakaran setelah sebelumnya dilakukan rehab oleh PT TWCB. Sebelumnya, mereka juga sempat berjualan di lokasi penampungan sementara di sepanjang jalur Kenari. Mereka menyesuaikan jalur keluar wisatawan yang juga dialihkan sementara melalui jalur tersebut dari seharusnya melalui jalur Ngasem.
Saat ini, jalur dikembalikan ke rute semula melalui Ngasem karena pasar SKMB telah selesai dibangun. Ada sebanyak 1306 kios yang dibangun selama 2,5 bulan dan diperuntukkan bagi pedagang yang lolos verifikasi. (zis)


About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply