» » Mang Yani Pelukis RWD Yang Unik

BOROBUDUR, KABARMAGELANG.com__Muhammad Yani salah satu pelukis ruang datar waktu (RWD) merupakan sosok pelukis unik yang mulai ikut meramekan seni lukis di Borobudur. Pria kelahiran Jakarta 39 tahun lalu ini,  hanya memilih dunia binatang tertentu sebagai obyek lukisanya karena memiliki nilai lebih.

Di sela – sela kesibukanya melukis, Muhammad Yani, memaparkan bahwa dirinya saat ini hanya fokus melukis binatang jenis kambing, buaya,  dan burung.  Pasalnya tiga binatang ini dinilai memiliki keunikan tersendiri.

“Kambing merupakan hewan yang identik dengan kebijaksanaan, buaya hewan yang setia, sementara burung hewan yang bebas,” ujarnya saat di Tingal Larar Art House And Homestay, Jumat (21/7).

Namun demikian dari ketiga binatang tersebut yang paling dia suakai adalah burung, karena dinilai cocok dengan kehidupan pribadinya, terutama jenis gagak hitam.

"Karakter burung gagak hitam suka menyendiri dalam mencari inspirasi," katan Pria yang akrab di sapa Mang Yani ini.

Mang Yani menegaskan memilih  konsep karyan Ruang Waktu Datar (RWD), karena  RWD merupakan salah satu bahasa rupa yang memiliki dimensi waktu dan cenderung mengabaikan dimensi ruang sehingga lebih bersifat naratif/bercerita.

"Namun sebelum menggunakan konsep teori RWD ini,  saya pernah melukis dengan konsep lain. Dan banya  yang sudah terjual, kebanyakan berupa lukisan abstrak," ungkapnya.

Saat ini, Mang Yani tengah membuka pameran tunggal di Tingal Laras Art House And Homestay, Borobudur. Puluhan lukisan hasil karyanya tampak
dipamerkan di sepanjang dinding homestay yang berlokasi di Dusun Tingal Wetan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur itu.

Pengelola Tingal Laras, Kukuh Tirta S mengaku sangat mengapresiasi Mang Yani berikut lukisan hasil karyanya.

"Saya sangat salut dengan Mang Yani, tidak hanya dalam hal kepribadiannya, namun juga kemampuan melukisnya," ucapnya.

Menurutnya, Mang Yani adalah sosok pelukis yang unik. Selain karena kebiasaanya melukis di tempat yang sepi dan tidak ada orang lain, dia
juga harus mendengarkan musik blues.


"Dia tidak bisa melukis kalau tidak mendengarkan musik blues. Idenya seperti  menghilang begitu saja,” ujar Kukuh yang juga anggota Polres Magelang ini.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply