» » Marah Kapolres Sikat Alat Berat Penambang Pasir Di Merapi


SRUMBUNG, KABARMAGELANG. com__Razia penambangan pasir golongan C ilegal dari tim gabungan Kepolisian Resort Magelang, Kodim, Pemda dan Dprd, berhasil mengamankan  satu alat berat dan puluhan penambang manual di Cawang sungai bebeng Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung Rabu (15/3). Selain itu petugas juga mengamankan 5 truk penambang serta alat-alat penambang manual.

Kapolres Magelang, AKBP Hindarsono yang memimpin penertiban tambang tersebut menjelaskan pihaknya terpaksa melakukan pengamanan kepada penambang manual maupun alat berat yang melakukan aktivitas penambangan yang berada di tebing yang bisa menggerus bibir sungai.

"Menambang di pinggir tebing jelas merusak, selain mnyebabkan longsor juga juga menggerus lahan milik warga. Dan  yang lebih mengerikan lagi juga membahayakan penambang itu sendiri," jelasnya.

Dia menegaskan sudah berulang kali pihaknya sudah memberikan peringatana dan himbauan sejak dua bulan lalu.

"Tetapi kalau teguran  tidak pernah diindahkan seperti ini, ya terpaksa kita sikat," tegas Hindarsono.
Bahkan kepada penambang manual yang berada di tebing Kapolres sempat memerintahkan anak buahnya melakukan tembakan peringatan. Dan sedikitnya 10 kali tembakan peringatan di lakukan oleh petugas agar para penambang manual yang berada di tebing menghentikan aktifitasnya.

"Kali ini kita tegas karena kita sudah capek memberikan teguran, kalau mereka memang menambang sesuai aturan maka kami persilahkan, tapi jika melanggar aturan bahkan hingga mengancam jiwanya sendiri maka kita akan ambil tindakan," ujar Hindarsono.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto yang ikut serta razia penambangan tersebut sangat mengapresiasi kepada jajaran kepolisian yang sudah melakukan penertiban terhadap penambangan ilegal. Terkait penambangan pihaknya mengingikan proses penambangan yang berjalan nsesuai dengan prasyarat dasar perijinan.

"Ijinpun tidak berarti serta merta bisa mengeksploitasi alam yang ada di merapi ini," katanya.

Politisi PDIP ini menjelaskan setelah melihat langsung,  proses penambangan di lereng merapi yang banyak dilakukan bukan di alur sungai, maka pihaknya perlu segera mengadakan rapat koordinasi terkait penambvangan dengan Muspida dan instansi terkait dan perwakilan penambang.

"Melihat kondisi penambangan seperti ini, besok pagi kita adakan rapat dengan Muspida. Yang jelas hasil rakor  kita rekomendasikan ke Propinsi agar melakukan cek langsung, apa sudah benar yang di lakukan para pebnambang ini. Kalau memang tidak benar yang di tutup saja perijinanya," tandas Saryan.

Satu alat berat dan 5 truk penambang serta alat-alat penambang kini diamankan sementara di Mapolres Magelang guna proses selanjutnya. Sementara puluhan penambang yang berhasil diamankan di bawa ke Polsek Srumbung dan diberikan pembinaan serta pernyataan untuk tidak lagi menambang di tebing maupun wilayah larangan. (zis)


About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply