» » AMM dan MCW Bertekat Bongkar Garong BPNT di Magelang

KabarMagelang.com__Diduga ada penyelewengan dalam pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Magelang, Aliansi Masyarakat Magelang (AMM)  dan Magelang Corruption Watch (MCW) bertekat bongkar para pelaku garong bansos.

Ketua Aliansi Masyarakat Magelang (AMM) Anang Imammudin mengatakan, awalnya dia mendapat keluhan dari warga penerima BPNT. dimana berasnya ada yang kualitasnya buruk, padahal plafon tiap kilogram (kg) Rp 12 ribu per kg. 

"Ternyata tidak sesuai spek," ungkap Anang di Mungkid, Rabu (4/8/2021).

Temuan lain, telurnya ada yang busuk dan tidak layak. Kentangnya juga ada yang jelek. Dan temuan ini pernah dilaporkan sampai Polda.

"Buah jeruk anggarannya Rp 22 ribu/kg, padahal Rp 15 ribu sudah baik. Keluhannya jmembeei jeruk kok tidak sekalian gulanya. Lho kenapa karena kecut," ujarnya.

Berdasarkan dari hal tersebut pihaknya kemudian melakukan  investigasi dengan membeli paket bantuan dari penerima.

"Ini bukan kabar yang tidak jelas," katanya.

Dia menjelaskan, jatah per keluarga nilainya Rp 200 ribu. Tapi hasil investigasi ditemukan nilainya hanya Rp 160 ribu/penerima. Data yang  diperoleh, jumlah penerima bantuan itu se- Kabupaten Magelang 117.600 orang. Sedangkan kebocoran dana sekitar Rp 30-40 ribu/orang. Di tengah PPKM Darurat ini bahkan ada yang tega minta fee dari suplayer. 

"Akibatnya mereka tidak mempertahankan kualitas, karena harus setor ke beberapa pihak," ujar Anang.

Anang menyebutkan di  Kabupaten Magelang ada 300 e-warung dan 30 suplayer. Dia mengajak bersama-sama mengatasi dugaan penyelewengan tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah membuat surat terbuka, dan kirim surat kepada Presiden, Kapolri, KPK.

"Jika tidak ditindaklanjuti oleh Polda atau Polres Magelang, kami akan melakukan aksi besar-besaran dengan mengepung kantor Pemda dan Dinsos," pungkasnya.(Kbm3).

About kabarmagelang.com

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply