Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Cegah Pelanggaran Prokes Ini Yang Dilakukan Kapolres Saat Buruh Slenggrong Merapi Menyampaikan Aspirasi

KabarMagekang.com__Cegah pelanggaran protokol kesehatan Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun temui para aksi Buruh Slenggrong Merapi (BSM) dan pengurus Merapi Trans Community (MTC) di lapangan Srumbung, Senin (20/8/2021) siang. Kapolres memerintahkan anggotanya membagikan masker, serta menghimbau agar para aksi tetap mentaati prokes. Aksi tersebut berjalan lancar tanpa kericuhan setelah perwakilan dari mereka bermusyawarah bersama Kapolres dan jajaran Forkopimcam Srumbung guna mencari solusi.

BSM dan MTC mengadakan aksi dengan menggunakan ratusan truk pengangkut pasir Merapi menolak penambangan dengan alat berat di eks Dusun Ngori, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang, karena merugikan penambang manual. Selain itu setiap ada operasi selalu penambang manual yang ditangkap, sementara penambang alat berat dibiarkan.

Kapolres Magelang AKBP M Sajarod Zakun dihadapan para aksi meminta tetap mentaati prokes terutama memaki masker dan dan tidak berkerumun, karena hal ini bisa menimbulkan penularan kembali Covid-19. 

“Untuk temen-temen yang dilapangan saya sampaikan terima kasih telah mentaati protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Kapolres yang berdiri di atas truk penambang, secara sepontan memerintahkan kepada anggotanya untuk membagikan masker kepada para aksi yang membutuhkan. Saat itu juga puluhan Anggota Polwan membagikan masker kepada para sopir dan bruruh slenggrong Merapi yang ikut melakukan aksi.

“Tolong anggota,  maskernya dibagikan,” perintah Kapolres.

Kapolres kemudian meminta kepada perwakilan peserta untuk berdialog guna mencari solusi agar permasalahan segera bisa diselesaikan. Selain itu dengan jalan musyawarah secara perwakilan pelanggaran prokes bisa dihindari. Usai mengadakan dialog dengan perwakilan mereka, Kapolres akan menyampaikan permasalahan tersebut ke Pemda Magelang. 

“kita sudah mendengarkan aspirasi mereka agar permaslahan tidak berlarut-larut di tingkat bawah terkait mata pencaharian. Memang saat ini masih masa pandemic, dan perekonomian masih berputar, diharapkan dengan perubahan masa pandemic ini kedepan perekonomian semakin meningkat dan kembali lagi seperti semula,” ujarnya.

“terkait permasalahan ini ada beberapa hal sudah kami terima, dan nantinya akan kami sampaikan ke Pemda Magelang untuk segera dibicarakan dan dicarikan solusi di tingkat kabupaten,” tambah Kapolres.

Sementara ketua Merapi Trans Community (MTC) Nida Nur Afandi mengaku selama ini sama-sama penambang illegal, namun yang selalu dibackup orang-orang kuat hanya penambang alat berat. 

“Kita yang wong cilik-cilik setiap ada apa-apa selalu dioprak-oprak dan mereka didiamkan. Sebenarnya kalau bisa sinergi antara penambang manual dengan yang menggunakan alat berat tidak akan terjadi seperti ini. Istilahnya kita selalu dianaktirikan atau tersisihkan. Untuk itu kami minta agar penambangan eks Dusun Ngori tidak ada alat berat,” tegasnya.(Ad).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply