Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Cegah Kenakalan Pelajar SMK Muhammadiyah I Muntilan Gandeng Polisi Gelar Bimluh

MUNTILAN, kabarMagelang.com__Dalam rangka memberikan pemahaman berkaitan dengan kenakalan di kalangan pelajar/remaja yang akhir-akhir ini kembali marak, SMK Muhammadiyah I Muntilan, mengadakan pembinaan dan penyuluhan di aula SMK Muhammadiyah I Muntilan, Magelang, Selasa (25/10/2022).

Kegiatan dengan menggandeng Kepolisian ini mengambil tema “siswa damai, pembelajaran menyenangkan” dan diikuti 28 pelajar kelas X yang diduga sering membolos dan berpotensi melanggar peraturan sekolah.

Kepala SMK Muhammadiyah I Muntilan Sutrisno ST, mengungkapkan, kegiatan merupakan pembinaan siswa di sekolah untuk pengembangan potensi siswa secara optimal melalui kegiatan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreatif.

“Tujuanya memberikan pembinaan kesiswaan untuk mewujudkan ketahanan sekolah, agar bekolah betul-betul bisa menyelenggarakan proses pendidikan yang bebas dari pengaruh negatif,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Muntilan AKP. Abdul Muthohir, S.H., M.H sebagai narasumber, dan didampingi Bhabinkamtibmas desa Pucungrejo Aiptu Riyanto, Aipda Fendi Yulianto Bhabinkamtibmas Polsek Muntilan, serta para guru pendamping (guru BK).

Kapolsek Muntilan AKP. Abdul Muthohir, S.H., M.H dalam arahanya mengatakan bahwa orang tua sudah memberikan fasilitas Pendidikan dengan biaya tidak sedikit, agar pelajar yang pintar, mempunyai intelektual dan memahami setiap materi yang diajarkan guru dan punya wawasan yang luas. Menjadi pelajar yang  terampil atau memiliki kompetensi sesuai jurusan.

“Sehingga akan membanggakan orang tua. Orang sukses adalah orang yang memuliakan orang tua, Berbuat baiklah supaya orang tua bangga dan selalu mendoakan keberhasilan kita. Dengan demikian akan membawa nama baik keluarga dan sekolah,” jelasnya.

Kapolsek juga mengatakan, agar pelajar pandai bermain media sosial agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif yang dapat berakibat terjadinya pelanggaran hukum.

“Bijak dalam bermedsos sangat penting supaya tidak mudah terpengaruh dan mengikuti ajakan pada hal-hal yang negative,” jelas Muthohir.

Dia menambahkan kejadian tawuran antar pelajar dengan menggunakan senjata tajam yang sering terjadi tidak lepas dari peran media sosial.

“Akan tetapi yang perlu diketahu bahwa hukum membawa sajam, alat penusuk dan alat pemukul di depan ruang publik (vide: Undang- undang  darurat no 12 tahun 1951, pasal 2 ayat (1) kena ancaman hukuman paling lama 10 tahun),” tegas Kapolsek.

“Oleh karena itu kami berharap agar para pelajar selalu berhati-hati, tidak mudah terprovokasi, sehingga ikut-ikutan berbuat yang berakibat terjadinya pelanggaran hukum,” pungkasnya.(Kbm2)

  

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply