Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » » » » » Gelar Event Tahunan Disparpora Libatkan Puluhan Seni Taradisional Khas Kabupaten Magelang

Edisi Kamis, 2 Maret 2023

Rapat Perencenaan Pertunjukan Kesenian 

Mungkid, kabarMagelang,com__Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Disparpora) Kabupten Magelang mulai Bulan Maret 2023 ini akan menggelar event seni pertunjukan kesenian tradisional asli Kabupaten Magelang untuk satu tahun kedepan. Melalui Sub Sektor Seni Pertunjukan Ekonomi Kreatif ada 30 Kesesnian asli Kabupaten Magelang akan ditampilkan setiap Minggu sekali di panggung Mandala Wisata Touris Information Center (TIC) Borobudur dan beberapa titik lainya.  Diharapakan kegiatan ini dapat manjadikan sub sektor seni pertunjukan yang kreatif dan inovatif sebagai salah satu bentuk promosi potensi wisata budaya Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Magelang  S. Achmad Husein mengatakan event tahunan ini merupakan kerangka pemuatan promosi dan pemasaran pariwisata.

“Semakin banyak event itu secara otomatis pergerakan ekonomi di tempat event itu akan semakin menggeliat,” ungkap Ahmad Husein di Kantornya. Kamis, (3/2/2023).

Dia menjelaskan event tersebut sudah terjadwal dan  akan dilaksanakan di gedung pertunjukan yang ada Touris Information Center (TIC) Kecamatan Borobudur. Selain itu juga akan dilaksanakan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Magelang.

“Beberapa titik sudah kita tentukan dalam satu tahun untuk kita jadwal, dan sudah menjadi komitmen kita untuk menyesuaikan dengan potensi mereka masing-masih. Tatkala event itu berada di dataran tinggi waktunya kita tetapkan pas kemarau. Karena kemungkinan keberhasilan event-event di dataran tinggi kuncinya adalah cuaca. Sehingga kita tetapkan lebih awal di kurun waktu kemarau itulah yang kita adakan di kawasan pegunungan,” jelasnya.

Husein menegaskan beberpa kelompok kesenian yang akan dilibatkan pada event tahunan ini adalah seni tradisional yang bernuansa khas dari Kabupaten Magelang, dan sudah layak memiliki nilai jual. Hanya saja perjenis kesenian nantinya akan sesuaikan, dengan kawasan masing-masing. Misalnya dikawasan Telomoyo ada Soreng, untuk kawasan Borobudur Salaman ada Topeng Ireng, kemudian di kawasan Kajoran, Kaliangkrik Windusari ada Kuda Lumping, selanjutnya di kawasan Mendut, Mungkid, Mertoyudan ada Kobro Siswo.

“Kalau di Kabupaten Magelang sendiri ada 49 jenis kesenian tradisional, hanya saja nanti yang kita tampilkan adaalah yang nuansa asli Kabupaten Magelang, dan juga pengembangan. Di tahun ini kemasan dari Disparpora melalui sub sektor seni pertunjukan ekonomi kreatif yang akan ditampilkan sudah siap untuk dijual, dalam artian sudah menjadi ekonomi kreatif sub sektor seni pertunjukan, yang tatkalaa disajikan sebagai seni pertunjukan sudah layak,” paparnya.

Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Magelang zunrotu Setyorini Ngafifah S.E, menyebutkan kelompok seni yang dilibatkan dalam event seni pertunjukan tahun 2023 ada 30 kelompok kesenian.

“Dipanggung TIC akan dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB.  Ini merupakan salah satu bentuk dari pembinaan terhadap komunitas ekonomi kreatif yaitu sub sektor seni pertunjukan. Sehingga  kegiatan pembinaan ini diharapkan nantinya dapat manjadikan sub sektor seni pertunjukan yang kreatif dan inovatif sebagai salah satu bentuk promosi potensi wisata budaya Kabupaten Magelang dan juga melestarikan kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Magelang,” ujarnya.

Sementara Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang Suharno, secara terpisah megatakan rencana pementasan para pelaku seni, sebenarnya sudah menjadi harapan dari masyarakat Kabupaten Magelang.

“Kami dari Komisi II DPRD Kabupaten Magelang sangat mengapresiasi dan mendorong dan bila mana perlu bisa ditambah oersonelnya, mengingat di Kabupaten Magelang ini ada ribuan kelompok seni,” katanya usai menghadiri rapat perencanaan pertunjukan kesenian di Panggung  Wisata Mandala TIC.

Pihaknya sangat mendukung apabila Diparpora bisa mempertahankan dan menaggalakan event tersebut. Dia menilai bahwa nilai seni mahal namun sangat diharpakan oleh masyarakat sehingga harus ada kehadiran dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Magelang.

“Kami mewakili dari Komisi II di Bidang Pariwisata jika memang event ini akan dipertahankan dan digalakan Pemerintah Kabupaten Magelang juga harus memperhatikan. Namanya seni itu mahal harganya, namun biarpun mahal harganya kalau memang itu diperlukan ya perlu kita dorong terutama tentang anggaranya, apalagi digunakan untuk masyarakat para pelaku seni. Apabila dalam event ini masih dirasa kurang memadai dan perlu penambahan-penambahan nantinya akan kita sesuaikan lagi,” pungkas Suharno.(ADV/Kbm2).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply