kabarMagelang__Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya mengatasi krisis tenaga medis di tanah air. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, saat meresmikan Program Studi Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Kamis (8/1/2026)
Selain itu Menkes juga
menegaskan bahwa Indonesia tengah melakukan langkah akselerasi besar-besaran
untuk memenuhi kuota dokter nasional.
“Penguatan sektor
pendidikan kedokteran menjadi prioritas utama pemerintah mengingat angka
kekurangan tenaga medis yang masih sangat tinggi,” ungkap Budi Gunadi.
Dia memaparkan bahwa
posisi Indonesia saat ini cukup tertinggal dibandingkan negara tetangga maupun
anggota G20 lainnya.
“Saat ini, rasio
dokter penduduk Indonesia berada di peringkat ke-8 se-ASEAN, bahkan masih di
bawah Filipina, Thailand, dan Myanmar,” jelasnya.
“Kekurangan dokter
mencapai 560.000. Artinya, kecukupan dokter baru mencapai sepertiga dari total
yang dibutuhkan untuk melayani rakyat Indonesia secara ideal,” lanjut Budi
Gunadi.
Dia menegaskan kondisi
ini mendorong pemerintah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi institusi
pendidikan besar.
“Seperti
Muhammadiyah, untuk membantu negara memproduksi lebih banyak dokter dan dokter
gigi,” tuturnya.
Oleh karena itu sebagai
bagian dari strategi pemerintah pusat, Menkes mendorong peningkatan jumlah
Fakultas Kedokteran (FK) secara signifikan.
“Pemerintah
memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang telah mendirikan 23 FK, namun
Menkes berharap angka ini terus dipacu,” katanya.
Selain fokus pada
kuantitas (jumlah), pemerintah juga tengah merancang skema untuk mengatasi
masalah distribusi.
“Penumpukan tenaga medis di Pulau Jawa masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional,” punkas Budi Gunadi.(rez)

Tidak ada komentar: